Pendaftaran Bacarek Unair Ditutup
*Satu Tak Kembalikan Berkas
Surabaya (beritakota.net) – Pendaftaran bakal calon rektor (bacarek) Universitas Airlangga secara resmi telah ditutup hari Jumat (12/3), tepat pukul 15.00 WIB. Hingga detik-detik terakhir, dari 13 bacarek yang mengambil berkas formulir pendaftaran, terdapat satu orang bacarek yang tidak mengembalikan berkas. Otomatis dia dinyatakan gugur, dan tidak bisa mengikuti proses seleksi calon rektor untuk langkah berikutnya.
Seorang bacarek yang tidak mengembalikan berkas tersebut adalah Prof. Dr. Sunarjo Hardjowijoto, dr.,Sp.B.,Sp.U(K), Guru Besar Ilmu Urologi Fak. Kedokteran Unair. Dengan demikian tinggal 12 bacarek yang akan mengikuti proses seleksi secara demokratis pada agenda berikutnya, yaitu uji verifikasi yang akan dilaksanakan oleh Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) pada 17 – 19 Maret 2010. Sebelum itu kepada semua bacarek akan diberikan penjelasan secara umum oleh Senat Akademik Universitas Airlangga.
“Satu jam sebelum penutupan kami dari sekretariat PSCR sudah menelepon bacarek yang belum hadir, jadi kami sudah mengingatkan kepada semua bacarek,” kata Dra. Tjitjik Srie Tjahjandari, Sekretaris PSCR. Dengan demikian uji verifikasi tersebut akan diikuti oleh 12 bacarek (diurut berdasarkan saat mengembalikan berkas) yaitu Prof. Dr. H. Achmad syahrani, Drs., MS (Fak Farmasi), Prof. Dr. Moh. Rubianto, drg.MS, Sp.Perio(K) (dari FKG), Prof. Dr. Juliati Hood A, dr., MS., SpPA(K) FIAC (FK), Dr. Moh. Nasih, SE., MT, Ak (FE), Prof. Dr. H. Fasich, Apt (Farmasi), Prof. Dr. Soetojo, dr., SpU (FK), Prof. Dr. R.A. Chatarina Umbul W, dr.MS, MPH (FKM), Drs. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D (FST), Prof. Dr. Sukardiman, Apt., M.Sc (Farmasi), Prof. Dr. Muchammad Zaidun, SH, M.Si (FH), Prof. Dr. Suryanto, Drs., M.Si., dan terakhir Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., SpBP(K) dari FK.
Jika berdasarkan fakultas tempat bacarek mengabdikan diri, berarti dari Fak. Kedokteran terdapat 3 bacarek, dari Fak. Farmasi 3 bacarek, dan masing-masing satu kandidat dari FKG, FE, FH, Psikologi, FST, FKM. Uji verifikasi tersebut adalah penilaian terhadap kelengkapan dan kebenaran data serta kesesuaian bacarek dengan persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan dengan cara wawancara tatap muka.
Konsep Terbaik = Rektor
Beberapa bacarek yang ditanya seusai mengembalikan berkas pendaftaran, rata-rata menyatakan siap bersaing, siap menang dan siap untuk kalah. Mereka semua para “Putra Terbaik” (alumni) Unair yang ingin menyampaikan aspirasi, konsep, dan gagasannya untuk memajukan almamaternya.
Misalnya yang disampaikan Prof. Suryanto, Prof. Sukardiman, dan Prof. David Perdanakusuma. Mereka menyatakan siap menang dan siap kalah. Jika tidak terpilih, berarti mereka menyadari bahwa konsep/gagasannya ada yang lebih baik, sedangkan jika kalah maka aspirasi, gagasan dan konsep-konsepnya setidaknya sudah disampaikan ke forum sehingga bisa diadopsi oleh rektor terpilih.
”Saya siap kalah dan siap menang. Kalau toh kalah, yang penting konsep sudah saya sampaikan di forum dan jika dinilai bagus maka bisa diaplikasikan oleh Rektor terpilih. Jadi siapa yang terbaik dalam adu konsep dalam memajukan Unair, ya itulah Rektor terpilih,” kata Prof. Suryanto, Guru Besar Fak Psikologi kepada wartawan.
Hal senada juga dikatakan Prof. Sukardiman. Jika ia dipercaya untuk menjadi Rektor, otomatis ia akan melaksanakan konsep dan program-programnya. Tetapi kalau kalah, akan dianggapnya sebagai tambahan wawasan dan pengalaman yang sangat berharga. Dan yang penting program sudah disampaikan di floor dan jika dinilai baik bisa dilaksanakan oleh rektor terpilih.
”Kalau saya akan akomodatif saja. Kalau toh menang juga tidak akan revolusioner dengan mengganti para senior yang sekarang memimpin berbagai bidang. Ibarat bangunan, milestones di Unair ini sudah jadi, sudah jalan, jadi tinggal melanjutkan dan mempercepat dengan irama yang lebih baik,” kata Drs. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D.
Sementara bagi Prof. Dr. Mochamad Zaidun, jika amanat dipercayakan kepadanya maka Dekan FH Unair itu dengan segenap pengalaman berorganisasinya ia siap melanjutkan untuk memimpin Unair. Ia sudah siap dengan konsepnya, bahwa Unair ini sudah besar dan PTN tertua di Indonesia Timur, sehingga tinggal memerlukan figur rektor yang memiliki leadership, pengalaman, memiliki skil dan pengetahuan luas. “Kalau visi dan misi itu urusannya Senat dan MWA, rektor tinggal menjalankan,” katanya.
Kemudian sebagai yang mengembalikan terakhir, Prof. David S Padmakusuma juga menyatakan siap kalah dan siap menang. Jika menang, maka pihaknya siap menerima tanggungjawab yang lebih besar lagi, tetapi jika kalah maka ia menganggap itu belum waktunya untuk melaksanakan tugas-tugas besar ini.
”Turut serta dalam pilrek ini bukan main-main, saya serius, yaitu serius untuk mengabdikan diri dan memajukan almamater Universitas Airlangga ini,” kata ahli bedah plastik FK Unair/RSU Dr Soetomo ini. brt/yan
Caption: Dua bacarek didaulat wartawan untuk berakting di depan kamera. beritakota.net/hms
Dibaca: 586 kali
