Advertorial Display

12 Bacarek Unair Diverifikasi Hari Kamis

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Surabaya (beritakota.net) – Seleksi calon rektor Universitas Airlangga memasuki tahapan verifikasi, yang akan dilaksanakan dua hari pada Kamis 18 maret dan Jumat 19 Maret. Ini merupakan tahapan dimana panitia melakukan pengecekan ulang terhadap kelengkapan dan keabsahan data yang tercantum dalam berkas pendaftaran.

Verifikasi akan dilaksanakan di Lantai 3 Kantor Manajemen Universitas Airlangga Jl. Mulyorejo Surabaya. Tim verifikasi tersebut terdiri atas Prof. Dr. Muh. Dikman Angsar, dr, SpOG(K), Prof. Dr. Frans Limahelu, SH, LLM dan H.R. Moch. Faried, SH. Urutan pemanggilan calon rektor (carek) sudah ditetapkan panitia, yaitu berdasarkan urutan pengembalian berkas pendaftaran calon yang berakhir Jum’at (12/3) kemarin.

Sebagai persiapan babak verifikasi tersebut, kepada para bakal carek telah diberikan pengarahan, Rabu (18/3) siang di Ruang Senat Akademik, oleh Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Sam Soeharto, dr, Sp.MK.

Sebanyak 12 bakal calon Rektor itu hadir semua dan mengikuti penjelasan. Mereka adalah Prof. Dr. H. Achmad syahrani, Drs., MS (Fak Farmasi), Prof. Dr. Moh. Rubianto, drg.MS, Sp.Perio(K) (dari FKG), Prof. Dr. Juliati Hood A, dr., MS., SpPA(K) FIAC (FK), Dr. Moh. Nasih, SE., MT, Ak (FE), Prof. Dr. H. Fasich, Apt (Farmasi), Prof. Dr. Soetojo, dr., SpU (FK), Prof. Dr. R.A. Chatarina Umbul W, dr.MS, MPH (FKM), Drs. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D (FST), Prof. Dr. Sukardiman, Apt., M.Sc (Farmasi), Prof. Dr. Muchammad Zaidun, SH, M.Si (FH), Prof. Dr. Suryanto, Drs., M.Si., dan terakhir Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., SpBP(K) dari FK.

Dalam pengarahannya, Prof. Sam Soeharto menyampaikan beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh setiap bacarek, agar proses seleksi berjalan sesuai dengan amanah yang diberikan pemerintah kepada Universitas Airlangga ketika memperoleh status BHMN.

Menurut Prof. Sam Soeharto, pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Airlangga untuk berkiprah sebagai penggerak lokomotif perubahan. Pelaksanaanya sudah barang tentu memerlukan penataan organisasi yang dapat menjamin kelancaran kerja, dengan memperhatikan faktor pola rekruitmen, budaya kerja, kultur dan pengelolaan organisasi.

Otonomi yang disandang Universitas Airlangga mensyaratkan perubahan kultur organisasi, yaitu dari birokrasi menjadi sebuah korporasi. Kemudian pimpinan sebuah korporat pada umumnya harus mengandalkan profesionalisme yang tinggi, yaitu mempunyai kesiapan menghadapi tantangan dan persaingan.

“Jadi seleksi Rektor tak ubahnya sebagai sebuah Badan Usaha yang memilih seorang Direktur Utama,” tandas mantan Penasihat Presiden RI itu.

Bedanya, Rektor sebuah Perguruan Tinggi mempunyai warna yang bersifat akademis dan oleh karenanya proses pemilihannya harus mempunyai nuansa akademis pula.

Organisasi yang ada di Unair BHMN telah memungkinkan dilaksanakannya proses check and balance. Rektor bukanlah seorang penguasa tunggal, karena mekanisme kontrol di dalam organisasi memang sudah diciptakan. Dengan demikian seorang rektor wajib melaksanakan tanggungjawabnya secara transparan dan akuntabel.

Dalam pengarahannya, Sam Soeharto menekankan harapannya agar Rektor terpilih dapat melanjutkan kinerja yang sudah dimulai oleh pimpinan terdahulu.

”Pimpinan sekarang sudah melaksanakan tanggungjawabnya on the right track,” tegasnya.

Harapannya, setiap bakal calon Rektor dapat mengemukakan ide masing-masing dalam konsep yang matang, yang selanjutnya akan menjadi bahan pemikiran bagi Rektor terpilih. Sedangkan Ketua Panitia Seleksi Calon rektor (PSCR) Prof. Dr. Noorcholis Zaini menjelaskan mengenai teknis pelaksanaan verifikasi dan proses seleksi selanjutnya. (brt/yan)

Caption: Tampak ke-12 Bacarek antusias menyimak pengarahan Ketua Senat Akademik Unair Prof. Sam Soeharto di Lt IV Rektorat Unair, Rabu (17/3). beritakota.net/hms

Dibaca: 373 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook