Advertorial Display

Pemilihan Ketua NU Dipercepat, Kandidat Saling Klaim Dukungan

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Makassar (beritakota.net) – Agenda pemilihan Ketua PBNU akan dipercepat dari jadwal semula pelaksanaan Muktamar ke 32 NU yang hingga saat ini, masih berlangsung di gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar. Demikian penegasan Muhammad Rusli, Panitia Bidang Media dan Dokumentasi Muktamar, Kamis (25/3).

Menurut Muhammad Rusli, pemilihan itu awalnya akan dilangsungkan Sabtu (27/3), namun panitia akhirnya memutuskan digelar Jumat (26/3), sebab beberapa agenda sudah diselesaikan.

“Kemungkinan besok (Jumat, 26/5) sekitar pukul 21.00 WITA akan dilangsungkan pemilihan Ketua Tanfidz PBNU. Tapi agenda penting yang sudah selesai antara lain adalah pembacaan laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi,” ujarnya

Sementara dari informasi yang dihimpun, para kandidat saling optimis dengan gerilya tim suksesnya di arena muktamar. KH. Sholahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Solah misalnya, mengatakan optimistis dapat terpilih sebagai Ketua PBNU, setelah timnya melakukan pemantauan dan survei dalam beberapa hari terkahir.

“Berdasar pantauan, akan ada dua hingga tiga orang calon yang masuk dalam bursa. Tapi nanti akan mengerucut menjadi dua saja, yakni saya sendiri dan KH Said Aqil Siraj, karena tidak mudah untuk mendapat dukungan 99 suara,” kata Gus Sholah yang masih cucu Hadratus Syekh Hasyim As’ari pendiri NU disela Muktamar itu.

Dia tambahkan pencalonannya itu merupakan keinginan sejumlah kyai dari pesantren-pesantren terkemuka di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Mereka memiliki jaringan yang kuat dan para alumni pesantren tersebut kebanyakan menjadi Ketua Pengurus Cabang (PC) NU.

“Sebagian foto para kyai itu saya jadikan materi spanduk di jalan masuk menuju Asrama Haji,” ungkapnya.

Namun, meski optimistis mendapat dukungan, ia tidak menyebutkan berapa jumlah pasti pengurus cabang yang telah menyatakan dukungan kepada dirinya. Karena jumlah itu masih bisa berubah, sebab dinamika pelaksanaan muktamar yang sudah memasuki hari ketiga terus bergerak. Akan banyak manuver yang dilakukan para kandidat lain untuk mendapat dukungan, sehingga, kata dia, jumlah dukungan pengurus cabang belum bisa dipastikan.

Gus Sholah menambahkan, jika terpilih memimpin NU, ia akan membuat organisasi islam tersebut menjadi kekuatan masyarakat sipil yang fokus ke hal-hal sosial, seperti pendidikan, pengembangan ekonomi kerakyatan dan kesehatan. Politik praktis secara total akan ditinggalkan, karena jika terlibat, maka pengurus NU akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus umat, sehingga visi NU yang tetap berada di khittah akan ditinggalkan.

“Selama ini banyak yang salah sangka, kita disuruh kembali ke khittah. Padahal siapa bilang kita pernah meninggalkan khittah” Jadi tak ada kata kembali. NU tetap berada di khittahnya,” tambahnya mengingatkan.

Terpisah Ahmad Bagdja juga merasa optimistis akan terpilih menjadi Ketua Umum PBNU di Muktamar NU di Makassar.

“Saya yakin dapat dukungan besar. Saya rasakan dukungan kepada saya makin besar, meskipun saya muncul sebagai kandidat paling belakang,” ujar Bagdja.

Menurutnya, kemunculan dirinya sebagai calon ketua umum bukan karena kehendak pribadinya, tapi desakan dari banyak kalangan, termasuk para kiai, pengurus wilayah, dan pengurus cabang NU.

Selain Bagdja, Gus Sholah dan Said Aqiel Siraj, tokoh yang maju mencalonkan diri yaitu Masdar F Masudi, Ali Maschan Moesa, Slamet Effendy Yusuf, dan Ulil Abshar Abdalla.

“Jabatan itu datang dari Allah, maka biarlah peserta muktamar menilai siapa yang akan dipercaya memimpin NU kedepan,” pungkasnya. (*Ant/*Mnc/yan)

Dibaca: 537 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook