NU Rekom Pemilihan Gubernur Dipilih DPRD
Makassar (beritakota.net) – Nahdlatul Ulama (NU) merekomendasikan pemilihan gubernur dipilih oleh DPRD dan bukan melalui pemilihan langsung. Kebijakan itu terungkap dalam Muktamar ke 32 NU di Makassar melalui Komisi Perundang-undangan NU, Jumat (26/3). Dalam rekomendasi itu NU sepakat untuk mendukung rencana pemerintah mengembalikan pemilihan gubernur yang ditentukan oleh DPRD tersebut.
“NU mendukung revisi pemilihan gubernur itu dipilih DPRD dan dari tiga nama yang terpilih kemudian diajukan ke Presiden untuk ditentukan satu orang sebagai gubernur,” kata Ketua Komisi Perundang-undangan Prof Dr KH Ridwan Lubis di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (26/3).
Menurutnya, pendukungan pengembalian pemilihan gubernur di tingkat DPRD itu dilakukan pihaknya untuk tujuan dapat mengurangi biaya pemilu, sekaligus memacu parpol untuk dapat menyiapkan kader-kader terbaiknya di DPRD.
“Kader parpol yang terbaik itu yang nantinya bertugas untuk memilih gubernur yang layak, bukan karena politik uang,” ucapnya.
Dia tambahkan dalam Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah (Otoda), disebutkan bahwa gubernur, bupati dan walikota itu dipilih oleh rakyat. Sementara NU mengartikan pemilihan itu, ada yang dipilih langsung dan ada yang dipilih oleh wakil-wakil rakyat secara berjenjang.
Menanggapi adanya krisis kepercayaan terhadap lembaga legislatif untuk mememilih gubernur yang layak dan kompeten, ia mengatakan, hal itu tidak dapat dipungkiri. Namun kini parpol perlu diajak untuk meningkatkan kualitas anggotanya di DPRD, demi kehidupan demokrasi ke depan yang lebih baik.
“Selama ini, demokrasi kita sudah berjalan 12 tahun, tapi masih terseok-seok,” tukasnya. (*Ant/Mnc/brt)
Dibaca: 404 kali
