Advertorial Display

KH Sahal Mahfudz Terpilih Kembali Rois Aam PBNU

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Makassar (beritakota.net) – Seperti sudah diprediksi sebelumnya, KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz akhirnya kembali terpilih menjadi Rois Aam PBNU dalam pelaksanaan Muktamar ke 32 NU di Makassar, Sabtu (27/3). Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Maslakul Huda, Jawa Tengah itu terpilih untuk ketiga kalinya dengan masa bhakti 2010-2015.

Dia terpilih setelah memperoleh 272 suara, mengungguli calon lainnya yaitu KH. Hasyim Muzadi, KH Ma’mun Zuhri, KH Solahuddin Wahid, KH Habib Lutfi, KH Said Aqil, KH Muh Anti Jil, KH Maemun Iskandar, Buya Siddq, KH Ma’mun Zubair, dan KH Mustafa Bisri masing-masing mengoleksi satu suara.

Sementara KH. Hasyim Muzadi mendapatkan 180 suara, KH Maemun Zubair mendapat 29 suara, KH Maruf Amin dua suara, dan dua sauara batal. Seharusnya kertas suara sah sebanyak 503 suara, dua suara dibatalkan karena sengaja tidak memilih, satu batal karena menulis dua nama berbeda dalam satu kertas.

Kemenangan KH Sahal langsung disambut alunan Salawat Nabi Muhammad oleh pendukungnya di luar ruangan sidang. Sesuai ketentuan tatib, kandidat yang memperoleh 99 suara akan maju pada pemilihan putaran kedua. Itu artinya KH Sahal dan Hasyim Muzadi yang berhak maju ke putaran dua.

Namun Hasyim Muzadi mengundurkan diri sehingga KH Sahal dinyatakan menjadi pemenang. Muktamirin langsung menyambut sikap Hasyim dengan takbir. (*/Tnc/yan)

————————————————

Biografi Rais Aam PBNU Masa Bhakti 2010-2015

Nama: KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz
Lahir: Kajen, Pati, 17 Desember 1937
Isteri: Dra Hj Nafisah Sahal
Anak: Abdul Ghofar Rozin (23)

Jabatan:
- Pemimpin Pondok Pesantren Maslakul Huda, Pati 1963-sekarang
- Rektor Institut Islam NU di Jepara 1989-sekarang
- Ketua Dewan Pengawas Syariah AJB Putra (2002-skr)
- Rais Aam Syuriah PB NU 1999-2004 dan 2004-2009
- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (2000-2005 dan 2005-2010)

Pendidikan:
- Madrasah Ibtidaiyah di Kajen, Pati (1943-1949)
- Madrasah Tsanawiyah Mathaliul Falah (1950-1953)
- Kursus Ilmu Umum (1951-1953)
- Pondok Pesantren Bendo, Pare, Kediri
- Pondok Pesantren Sarang, Rembang (1957-1960)
- Pendidikan Islam di Mekah dibawah bimbingan langsung Syekh Yasin Al Fadani (1960)

Pekerjaan:
- Guru di Pesantren, Serang, Rembang (1958-1961)
- Dosen kuliah takhassus fiqh di Kajen (1966-1970)
- Dosen di Fakultas Tarbiyah UNCOK, Pati (1974-1976)
- Dosen di Fak. Syariah IAIN Walisongo,Semarang (1982-1985)
- Kolumnis tetap di Majalah AULA (1988-1990)
- Kolumnis tetap di Suara Merdeka, Semarang (1991-skr)

Organisasi:
- Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU)
- 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah
- Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Juni 2000 sampai 2005.

Karya Tulis:
- Thariqat al Hushul ila Ghayah al Ushul (Surabaya: Diantama, 2000)
- Al Bayan al Mulamma an Alfaz al Luma (Semarang: Thoha Putra, 1999)
- Telaah Fiqh Sosial, Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh (Semarang: Suara Merdeka, 1997)
- Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LkiS, 1994)
- Pesantren Mencari Makna, Nuansa Fiqih Sosial 1990;
- Ensiklopedi Ijma (terjemah bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu’ah al Hajainiyah, 1960 (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1987)
- Ensiklopedi Ijma’ (1985);
- Faidhu Al Hijai (1962),
- Al Tsamarah al Hajainiyah, 1960 (Nurussalam)
- Intifakhu Al Wadajaini Fie Munadohorot Ulamai Al Hajain (1959);
- Luma al Hikmah ila Musalsalat al Muhimmat (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)
- Kitab Usul Fiqih (berbahasa Arab);
- Penulis kolom Dialog dengan Kiai Sahal di harian Duta Masyarakat.
- Al Faraid al Ajibah (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)

Alamat:
Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah. (Ahmad Yani Elbanis/*berbagai sumber)

Dibaca: 997 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook