Kurang Terawat Pelabuhan Rawan Kejahatan
*Pemkot Tuntut Pelindo Menyerahkan
Pasuruan (BeritaKota.Net) – Kondisi pelabuhan Kota Pasuruan yang dulu dikenal ramai dengan perdagangan kayu, saat ini sepi dan tidak terawat. Makanya Pemkot Pasuruan meminta pihak Lapindo III selaku pengelola untuk dapat menyerahkan ke pemerintah setempat.
“Saat ini sangat memprihatinkan, tidak terawatt. Apalagi di waktu malam hari, lampu-lampu penerangan sangat minim. Sehingga di kawasan perdagangan yang dulu terkenal ramai tersebut, sekarang justru rawan dengan berbagai tindak kejahatan,” tandas Ismail Marzuki, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan saat bertatap muka dengan anggota DPD RI asal pemilihan Jatim, Senin (29/3) siang.
Pelabuhan Kota Pasuruan di era 90-an dikenal sebagai pelabuhan yang ramai dengan perdagangan kayu dari Kalimantan. Namun setelah reformasi bergulir, keberadaan pelabuhan terus mengalami penurunan.
Bahkan saat ini, bongkar muat seharinya hanya satu-dua kapal saja yang bersandar. Itupun komoditas garam dengan kapal-kapal lebih kecil. Jika ada bongkar muat kapal untuk kayu, sebulan hanya dapat dihitung dengan jari.
Lebih fatal lagi, dengan kondisi bongkar muat yang sepi saat ini, Pelabuhan Kota Pasuruan tersebut terkesan ditelantarkan oleh pengelolanya yaitu PT Pelindo III.
“Padahal dulu Pemkot Pasuruan pernah meminta pelabuhan tersebut kepada Pelindo. Namun tidak diserahkan dengan alasan Pemkot Pasuruan dianggap tidak mampu mengelolanya dan lainnya. Tapi kenyataannya saat ini justru tidak dipelihara seperti itu, ini tidak fair,” imbuh Ismail.
Walikota Pasuruan, Aminurrokhaman menyampaikan bahwa diperlukan upaya atau terobosan koordinasi untuk dapat meminta pelabuhan. Sehingga jika pelabuhan dapat dimiliki Pemkot Pasuruan, selain bakal mendatangkan PAD baru, kondisi perekonomian di kawasan tersebut dapat kembali terangkat.
“Sejak beberapa tahun lalu memang kami incar. Dulu koordinasinya hingga ke Wapres, tapi belum berhasil juga. Apalagi dengan kondisi pengelolaan yang tidak maksimal saat ini, pelabuhan justru akan menjadi beban pemerintah daerah dan mubadzir karena tidak mendatangkan tambahan PAD,” kata Walikota Pasuruan, Aminurrokhman.
Sementara, keempat anggota DPD RI asal pemilihan Jatim, Istibsyaroh, Wasis, Soedarsono dan Soetomo, saat itu juga berjanji untuk mengupayakan agar pelabuhan tersebut dapat diserahkan ke Pemkot Pasuruan.
“Kami butuh banyak data terkait masalah pelabuhan tersebut. Apalagi infonya pelabuhan malah menjadi daerah rawan kejahatan karena tidak terawat, kami akan upayakan masuk dalam agenda sidang pleno,” tandas Wasis, salah seorang anggota DPD. (Jack)
Caption : Pelabuhan – Saat ini hanya satu-dua kapal saja yang bongkar muat di pelabuhan. ( beritakota.net/kojack doank)
Dibaca: 392 kali
