Advertorial Display

“Kalau Tak Ada Muhammadiyah dan NU Tidak Ada Indonesia”

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

*Pernyataan Mahfud MD

Jakarta (beritakota.net)- Keberadaan organisasi Islam (ormas) seperti Muhammadiyah dan NU turut mewujudkan lahirnya negara Indonesia. Demikian ditegaskan Mahfud MD Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat membuka Tema Wicara MK dan Muhammadiyah di hotel Gren Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/4).

Menurut Mahfud, tanpa ada kedua ormas tersebut maka tidak akan ada Indonesia. “Saya kira kalau tidak ada Muhammadiyah dan NU tidak ada Indonesia. Dua ini cukup besar dan saling menentukan,” ujar Mahfud MD.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) di era Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu melanjutkan, apa jadinya jika Muhammadiyah dan NU tidak mengukuhkan Pancasila sebagai dasar negara?. Dia menilai Indonesia sebagai negara akan bubar. Pasalnya, kedua ormas yang memiliki banyak pengikut.

“Misalkan kalau Muhammadiyah dan NU mengatakan saya tidak terima Pancasila habis negara ini,” tambah mantan anggota DPR RI dari PKB ini.

Dijelaskan, Indonesia dengan Pancasilanya bisa disebut sebagai Darussalam, negeri damai, negeri Muslim, tanpa harus memastikan diri dengan negara Islam yang penuh simbol-simbol.

“Kita menyadari sepenuhnya sebagai muslim, tapi kita tidak memperjuangkan simbol. Yang penting substansi. Enggak usah misalnya kita perlu demokrasi Islam,” lanjutnya.

Karena itulah Mahfud MD melanjutkan, seharusnya Indonesia bersyukur memiliki organisasi masyarakat (ormas) sebesar Muhammadiyah dan NU.

“Indonesia ini sangat beruntung punya NU dan Muhammdiyah,” ujar Mahfud.

Penilaian Mahfud didasarkan pada kontribusi tokoh-tokoh kedua ormas terbesar di Indonesia tersebut dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, dan KH. Wahid Hasyim.

Dikatakan Mahfud, ketika seseorang lahir di Indonesia dengan sendirinya sudah menetapkan dan memantapkan dirinya sepakat memilih dasar negaranya yakni Pancasila. “Pancasila tidak ada masalah. Tadi dikatakan Din (Din Syamsuddin,Ketua PP Muhammadiyah, red) sudah ideal dan final,” sambungnya memaparkan. (*Tnc/brt)

Dibaca: 818 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook