Advertorial Display

KPU Dinilai Tak Adil, Pengambilan Nomor Urut Cabup Ricuh

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Lamongan (beritakota.net) – Rapat pleno pengambilan nomor urut pasangan Calon Bupati (Cabup) Lamongan yang digelar KPU di GOR setempat, Kamis (8/4) berlangsung ricuh, karena KPU dianggap tidak fair dalam penayangan layar lebar hasil undian nomor urut tersebut.

Sebelumnya, pelaksanaan undian nomor urut calon itu berlangsung lancar dan tertib, namun setelah masing-masing pasangan mendapatkan nomor, keributan mulai terjadi saat M Tasir anggota KPU Lamongan meminta empat pasangan calon bupati-wakil bupati duduk di kursi sesuai dengan nomor urut didapat. Kemudian petugas sekretariat KPU memasang gambar yang ditempelkan di backdrop panggung yang sudah tertulis nomor urut.

Namun entah disengaja atau tidak ternyata seorang petugas itu memasang nomor urut calon tidak sesuai urutan nomor yang didapatkan masing-masing pasangan calon, petugas itu menempelkan pasangan nomor urut tiga, yaitu pasangan FAHAM. Sementara ruang di backdrop yang memuat nomor urut satu, dua maupun empat dibiarkan kosong. Sehingga ini memancing kemarahan pendukung pasangan calon lainnya, mereka tampak berteriak-teriak mendesak agar petugas KPU menurunkan nomor urut gambar FAHAM, kemudian mereka pun rame-rame naik ke panggung untuk menurunkan gambar FAHAM.

Melihat gelagat massa yang dikhawatirkan berbuat anarkhis kemudian Tasir meminta massa untuk tenang.

“Kami harapkan para pendukung masing-masing calon untuk tetap tenang,,” pinta Tasir melalui pengeras suara.

Sementara itu Suhandoyo Seno Putro dari pasangan SEHATI yang sebelumnya duduk di kursi depan bersama pasangan calon lain langsung berdiri, dan membanting kursi duduknya.

“Ini sudah tidak fair dan tidak adil, lho kok bisa yang pertama dipasang dalam penayangan backdrop panggung itu yang nomor tiga, mestinya harus diurutkan berdasarkan nomor urut yang telah didapatkan calon,” protes Suhandoyo kepada Ketua KPU Lamongan, Khoirul Huda dengan nada membentak.

“Kami mohon maaf ini adalah kesalahapahaman, dan tidak ada unsur kesengajaan dari KPU,” jawab Khoirul Huda melalui microfon. Alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya dan aktivis PMII ini berusaha menenangkan Suhandoyo, dan massa pendukungnya dengan dibantu ratusan petugas, untuk mengendalikan situasi berlangsungnya rapat pleno agar kembali tenang, sehingga tidak lama kemudian kericuhan itu bisa diatasi.

Sementara Suhandoyo masih tidak terima dengan insiden tersebut, dia mengaku kecewa kenapa bisa terjadi insiden itu. Karenanya, aparat diminta Suhandoyo agar menindak tegas oknum dibalik kejadian ini.

“Kami minta polisi mengusut tuntas, KPU juga harus adil, dan jangan sekali-kali mereka menodai demokrasi, pelaksanakan pemilukada Lamongan harus adil sesuai aturan,” ungkap Suhandoyo yang anggota DPRD Jawa Timur, dan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Dari hasil pengambilan nomor urut pasangan calon, Tsalits Fahami-Subagiyo (SAHABAT) mendapatkan nomor urut pertama, disusul pasangan independent Ongki Wijaya-H Basyir (OBAMA) mendapat nomor urut dua, pasangan Fadeli-Amar Syaifuddin (FAHAM) nomor urut tiga, dan terakhir pasangan Suhandoyo Seno Putro-Kartika Hidayati (SEHATI) mendapat nomor urut empat. (*bj/yan)

Caption: foto atas dari kanan Pasangan Obama, Sahabat, SEHATI, Faham, tampak mereka menunjukkan nomor urutnya masing-masing sebelum insiden kericuhan dalam rapat pleno KPU di Gor Lamongan. Foto bawah massa pendukung calon terlihat baku hantam diatas panggung pengundian pengambilan nomor urut calon.

Dibaca: 575 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook