Gelar Seminar 4 Tahun Lumpur Lapindo
Surabaya (beritakota.net) – Memperingati 4 tahun semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga akan mengadakan seminar besok (Kamis, 29/4) di Ruang Auditorium Lt. 2 Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya. Acara itu sekaligus sebagai pengembangaan wacana penanganan yang efektif dan ideal untuk menangani semburan Lapindo yang hingga kini masih ‘menganga’ dan mengancam keselamatan warga sekitar. Tema seminar; ‘Refleksi 4th Lapindo. Apa Saja Yang Telah Digusur?’.
Dengan Teori Bernoulli pihak civitas akademika Fakultas Imu Budaya mengajak masyarakat untuk selamatkan aset ekonomi dan sosial budaya. Seminar akan menghadirkan pembicara, Ir. Djaja Laksana (Penemu Teori Bernoulli), Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc (Pakar Statistik dan Pengamat dari ITS Enciety Business Consult), Drs. Aribowo, M.S (Pakar Sosial dan Budaya UNAIR). Mereka akan mengupas tuntas bagaimana bisa keluar dari masalah lumpur Lapindo agar segera bisa teratasi dengan berbagai pendekatan.
Sementara itu Pada 29 Mei 2006 pengeboran gas yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas menghasilkan sumber daya alam yang lain, yakni lumpur bercampur gas metan. Dalam waktu singkat semburan lumpur berubah menjadi teror bagi masyarakat yang berada di sekitar semburan. Betapa tidak, sekian ratus warga masyarakat harus diusir dari kampung halaman mereka oleh luberan dari semburan lumpur yang mulai menggenangi kampung halaman mereka. Seolah-olah, lumpur lapindo telah mencerabut mereka dari akar sosial budaya yang sudah ada.
Penanganan yang dilakukan untuk menanggulangi semburan lumpur lapindo oleh pemerintah hanya sebatas upaya-upaya luar yang bersifat sementara, sehingga hal tersebut terkesan tidak menyentuh permasalahan yang substansial, yakni upaya untuk menghentikan bukan penggusuran. Dengan demikian pemerintah harus menanggung beban penggelontoran anggaran guna menangani semburan lumpur tersebut, tanpa adanya kepastian sampai kapan derita korban lumpur Lapindo akan berakhir. (*release humas unair for beritakota.net)
Dibaca: 736 kali
