Pemkab Gresik Bagikan 356 Sepeda Motor
Gresik (beritakota.net) – Tak seperti biasanya, sejak jam 7 beberapa Kades dan Lurah telah hadir di Kantor Pemkab Gresik. Undangan yang dijadwalkan jam 8 itu ternyata ada beberapa diantaranya yang telah dihadiri sejak jauh pagi. Keceriahan tampak diwajah para kades dan Lurah. Maklum pagi ini, Jumat (7/5) para kades dan Lurah ini akan menerima sepeda motor. Selain sepeda motor, mereka akan menerima pencairan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kelurahan (ADK).
Sebanyak 356 unit sepeda motor dibagikan kepada 330 Kepala Desa dan 26 Kepala Kelurahan se Kabupaten Gresik. Bertempat di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor, Bupati Gresik, Dr. KH. Robbach Ma’sum, Drs, MM menyerahkan secara simbolis kepada 5 orang Kades dan Lurah. Tak hanya hanya lambang kunci sebagai simbol motor, Bupati juga menyerahkan buku tabungan sebagai pencairan dana ADD dan ADK.
Dalam sambutannya Bupati Gresik Dr. KH. Robbach Ma’sum, Drs, MM mengatakan Pemberian kendaraan operasional sepeda motor untuk Lurah dan Kepala Desa semata sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat oleh Lurah dan Kepala Desa. Lurah dan Kades merupakan ujung tombak pemerintahan yang ada paling bawah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Menanggapi pro dan kontra sehingga tertundanya pembagian sepeda motor operasional, Plt Sekda Gresik, Ir Najikh menyatakan bahwa kendaraan roda 2 merupakan tuntutan kebutuhan untuk pelayanan masyarakat di Kelurahan ataupun di Desa. Bantuan ini bukan bantuan hibah, melainkan kendaraan milik pemkab Gresik yang dipinjamkan ke Kades dan Lurah untuk tugas operasional pelayanan masyarakat. Pernyataan Najikh ini juga disaksikan oleh Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim Senada dengan Plt Sekda.
Kabag Perlengkapan Abu Hasan menambahkan, Apabila tidak segera dibagikan dan tersimpan di gudang maka akan memperbesar biaya perawatan, padahal sepeda motor ini sangat dibutuhkan untuk operasional terutama menjelang Pemilukada yg sebentar lagi akan dilaksanakan.
Tentang Dana ADD dan ADK, kabag Pemerintahan Mulyanto mengatakan, dana program ini merupakan tahap I dengan jumlah ADD se Kabupaten Rp. 17,5 M untuk 330 desa, sedangkan ADK mencapai Rp. 975 juta untuk 26 kelurahan. Tentang besaran dana untuk masing-masing desa dan kelurahan tidak sama. Beberapa indicator yang mempengaruhi besaran tersebut yaitu, Variabel Independen utama yaitu tingkat kemiskinan, keterjangkauan, pendidikan dan kesehatan. sedangkan Variabel independent tambahan meliputi jumlah penduduk, luas wilayah, potensi ekonomi dan jumlah unit komunitas. (yan)
Dibaca: 498 kali
