Dies Natalis GMS Tambah Anggota Baru
Surabaya (beritakota.net) – Dies Natalis ke-58 Gerakan Mahasiswa Surabaya (GMS) di RM Hary-Hary Jl Musi, Minggu (9/5), diwarnai dengan pelantikan 38 anggota baru. Dari 74 calon anggota yang mengikuti Masa Pendidikan Dasar (Madisar) GMS 2009, 27 mahasiswa diterima penuh, sebelas orang diterima bersyarat, dan 36 calon anggota ditolak.
Peringatan HUT GMS dirayakan secara sederhana, dengan pemotongan tumpeng oleh Prof Soedarso Djojonegoro, yang didampingi Ir Agus Haryono, Ketua BP Keluarga Besar GMS dan Ir Pandit Indrawan MSi, (ketua panitia dies) . Prof Soedarso, yang juga mantan Rektor Unair menyerahkan potongan tumpeng kepada dua anggota muda, Vanda dan Dito.
Hadir pada acara tersebut para senior GMS, seperti Prof Daldiri, Prof Soedarso, Ir Momok Sritomo, dr Tony Suhartono (mantan Direktur RS Darmo), Ir Momok Sritomo (adik Prof Soetandyo), dan lainnya.
Rangkaian kegiatan dies, akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Yogyakarta pada 14-15 Mei, untuk mengikuti acara bersama organisasi mahasiswa local, yang pernah tergabung dalam Sekretariat Organisasi Mahasiswa Lokal (Somal). Yakni Imada ( Jakarta ), Imayo (Yogya), PMB dan CSB ( Bandung ), MMB ( Bogor ), dan Imapon ( Pontianak ).
Kegiatan Yogya untuk membangkitkan kembali keberadaan Somal, yang telah vacum luluhan tahun. GMS sendiri sempat mati suri sekitar 29 tahun. Dalam sarasehan alumni GMS menyambut acara Dies Natalis GMS ke-56, dicetuskan tekad untuk membangkitkan kembali GMS.
Alumni GMS yang yang telah menjadi figur publik, antara lain Prof dr Marsetio Donoseputro, Prof dr Sentot M. Soeatmadji, drg R. Indiarto, Trimoeljo D. Soerjadi SH, Ir Mustahid Astari, Ir Momok Sritomo Wignjosoebroto, R. Tony Soenarto (mantan Sekda Ponorogo), dan Dr Daniel Sparringa.
Baksos GMS ke YPAC
Sementara itu sebelumnya dari rangkaian kegiatan Diesnatalis GMS ke-58, para alumni dan anggota muda GMS juga menyelenggarakan bakti sosial ke YPAC Surabaya di Jl. Semolowaru Utara V/2, Sabtu (24/4).
Kegiatan tersebut bersamaan dengan HUT ke-52 YPAC dan peringatan Hari Kartini. Rombongan GMS yang dipimpin Ir Pandit Indrawan MSi menyampaikan paket bingkisan kepada anak-anak penyandang cacat, berupa beberapa alat tulis dan makanan ringan.
Selain itu rombongan GMS juga membawa wayang boneka dari Kelompok Kreatif, dan group band remaja, untuk menghibur para penyandang cacat. Sejumlah anggota muda GMS berbaur dengan anak-anak penyandang cacat, menyanyi bersama di atas panggung.
Menurut Ketua YPAC Surabaya , dr. Fatchur Rochman, Sp.RM kerjasama GMS dengan YPAC Surabaya bukan yang pertama kalinya. Dalam beberapa kegiatan YPAC Surabaya, sudah beberapa kali GMS ikut berpartisipasi.
Pandit Indrawan menjelaskan, GMS berdiri pada 7 Mei 1952 gabungan dari dua organisasi mahasiswa lokal, Concentrasi Mahasiswa Surabaya (CMS) dan Persatuan Mahasiswa Surabaya (PMS). GMS pernah bergabung dalam Sekretariat Organisasi Mahasiswa Lokal (Somal).
Menurut Wiwik Wiyono, salah seorang panitia, YPAC Surabaya adalah organisasi sosial swasta yang bersifat nirlaba, yang bekerja untuk memberi layanan rehabilitasi secara terpadu kepada penyandang cacat anak atau anak berkebutuhan khusus. Sejak berdiri hingga saat ini YPAC Surabaya senantiasa terus berusaha menjalankan pendidikan bagi penyandang cacat sesuai dengan peraturan pendidikan yang berlaku.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan pendidikan pada anak didik, yang sangat diharapkan akan tumbuh menjadi generasi penerus yang tangguh beriman, bertaqwa dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
YPAC mempunyai website Website www.ypac-surabaya.org, dengan tujuan agar dapat memberi kemudahan kepada masyarakat, dalam mengakses informasi mengenai Yayasan Pendidikan Anak Cacat Surabaya dan sebagai jembatan komunikasi antara donatur, wali siswa, dan pihak lain dengan pihak YPAC Surabaya. (bon)
Caption: Prof Soedarso, yang juga mantan Rektor Unair menyerahkan potongan tumpeng kepada dua anggota muda, Vanda dan Dito. (nobon kuncir/beritakota.net)
Dibaca: 424 kali
