Advertorial Display

Gembel Kembali Demo Tolak Perluasan PT SG

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Tuban (beritakota.net) – Meski berungkali melakukan aksi demo dan mengalami jalan buntu, aksi penolakan perluasan tambang dari PT.Smen Gresik (Persero), Tbk (PT SG) yang dilakukna oleh Gerakan Masyarakat Bancang Becok Brigin, Tegal Pelem, Karangrejo Peduli Lingkungan (Gemmbbel) kembali melakukan aksi turun jalan di sejumlah isntasi pemerintah di Kabupaten Tuban.

Dalam catatan Beritakota.net, aksi Gemmbbel yang ke -7 (Tujuh)kalinya ini berbeda dari aksi-aksi sebelumnya. Kali ini hampir separuh peserta aksi adalah berjenis kelamin perempuan muda dan ibu-ibu rumah tangga. Sementara dalam aksi-aksi sebelumnya sasaran utama adalah para wakil rakyar sebagai tempat untuk mengadu, akan tetepi dalam aksi kali ini para peserta ini langsung menuju kantor Bupati di Jl. Kartini Tuban.

Rombongan aksi Gemmbbel yang dikawal ketet oleh aparat kopolisian dari Polres Tuban ini diterima oleh Drs. H.Sutrisno (Asisten Bupati.red), karena kembali tidak ada titik temu dan para perwakilan dari Gemmbbel ini tetep bersikukuh untuk bisa ketemu langsung dengan pembuat kebijakan yakni Bupati Tuban, Dra. Hj.Haeny Relawati RW, M.Si.

“Kami heran, kita sudah berulangkali kirim surat dan ingin bertemu secara langsung dengan ibu bupati, tapi juga bupati tidak pernah menemui kita, ini pasti ada apa-apa dan sangat tidak masuk diakal” Kata Kuncoko Kordinator Aksi dalam orasinya setelah bertemu dengan Asisten Bupati.

Setelah beberapa saat berorasi di kantor bupati yang megah itu, rombongan aksi langsung meluncur di kantor KPH Perhutani Tuban sebagai pemilik lahan yang akan ditambang oleh PT SG yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Pemkab. Dalam pertemuan dengan pihak perhutani hampir terjadi bakuhamtam dan adumulut antara karyawan Perhutani dengan peserta aksi yang akhirnya memelih untuk keluar ruangan dan meneruskan aksi ke Kantor DPRD setempat.

Sementara setelah sampai di kantor DPRD dengan tetep dalam pengawalan ketat dari aparat kepolisian, sebanyak 10 orang perwakilan dari Gemmbbel di terima oleh sejumlah anggoata dewan yang barusan masuk kantor setelah kunjungan beberapa hari dari Bali untuk stadi banding tentang wisata.

Ke-sepuluh perwakilan dari Gemmbbel ini diterima oleh Karjo, Sunoto dari FPDIP dan Saiful Huda dari PKNU dan Ali As’adi dari Demokrat. Para perwakilan pendomo ini kembali mempertanyakan kinerja dari DPRD sebagai wakil rakyat yang dinilai tidak membantu dan mengupayakan keluh kesah rakyat-nya. Bahkan perwakilan dari Gemmbbel ini juga mempertanyakan kehadiran para wakil rakyat ini ke PT. SG, selain selalu berganti orang saat menemui mereka.

“Keberadaan kita ini adalah sebagai wakil rakyat, kalau masyarakat ingin kita fasilitasi bertemu dengan pihak yang terkait dengan perluasan PT SG, tentunya hal tersebut akan kita agendakan dan dirapatkan dalam badan musyawarah dulu, dan insyaallah bulan depan itu kita agendakan” Kata Sunto anggota DPRD Tuban yang menemui pendemo.

Sementara dalam tuntutan di selebaran yang dibagikan para penguna jalan dan wartawan, Saifuddin Zuhri Kadiv Pengelolaan social Dan Lingkungan Korporasi PT SG dilarang masuk di wilayah Desa Tegalrejo, Kapu, Tahulu, Tuwiri Wetan dan Tuwiri Kulon, semuanya di Kecamatan Merakurak karena dianggap sebagai ‘biang’ dari rencana penambangan.

Dikonfirmasi terpisah, Saifudin Zuhri terkait hal tesebut hanya tersenyum dan tetep mendo’akan masyarakat sekitar rencana tambah agar diberi buka hatinya dan dipentunjuk oleh Allah. “Saya harus gimana, dari dulu juga seperti itu, kita ajak bertemu juga tidak mau, kalau menfasilitasi bertemu dengan Bupati bukan kewenangan kami..? semoga masyarakat diberi petunjuk lah…” Kata Mantan Kadiv Humas PT SG.

Sedangkan lahan yang selama ini dipermasalahkan oleh Gemmbbel yang akan akan dipakai PT SG adalah seluas 400 hektar lebih itu, berada di wilayah Desa Tegalrejo, Kapu, Tahulu, Tuwiri Wetan dan Tuwiri Kulon, semuanya di Kecamatan Merakurak. Para aktivis Gembbel pun berasal dari lima desa tersebut. (kh)

Caption: Masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bancang Becok Bribin Tegal Pelem Karangrejo Peduli Lingkungan (Gemmbbel) mengelar aksi demo penolakan perluasan tambang dari PT.Semen Gresik di Kantor DPRD Tuban. (Khoirul Huda/beritakota.net)

Dibaca: 315 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook