Advertorial Display

Jelang Lengser, Robbach Raih Adipura ke 6

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Gresik (beritakota.net) – Kali ini masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gresik bisa berbangga hati. Betapa tidak, untuk yang ke 6 kalinya, saat tahun terakhir Kepemimpinan Bupati Gresik Dr. KH. Robbach Ma’sum, Drs, MM Kabupaten Gresik memboyong Adipura untuk kategori kota Sedang. Sebuah supremasi Prestisius dibidang kebersihan kota . Yang patut dicatat disini adalah 6 kali berturut-tutut pada era kepemimpinan Bupati Gresik Dr. Robbach Ma’sum, Drs, MM. Rencananya, Piala Adipura untuk kategori kota sedang ini akan diterimakan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara RI Jakarta pada Selasa, (8/6).

Selain Adipura, pada tahun 2010 ini Pemkab Gresik juga ‘panen’ Adiwiyata. Setidaknya ada 4 sekolah yang menerima supremasi sebagai sekolah berorientasi lingkungan tingkat Nasional yaitu SMP Negeri 2 Kebomas, SMA Negeri I Wringinanom, SMA Semen Gresik dan SDN Petrokimia Gresik.

Tentang diraihnya Adipura oleh Kabupaten Gresik yang sampai 6 kali berturut-turut. Bupati Gresik, Dr. KH. Robbach Ma’sum, Drs, MM menjelaskan melalui Kabag Humas M. Hari Syawaludin,”selama ini, Gresik komit dan berhasil menjaga kebersihan dan keindahan kota . Sebagai kota sedang, perkembangan kota Gresik juga diikuti dengan penataan kota dan penambahan ruang terbuka hijau. Penghutanan kota dengan mensinergikan program Pemkab Gresik dengan beberapa perusahaan besar di Gresik.

Mempertahankan dan meraih Adipura dalam 6 kali berturut-turut bagi kota industri seperti di Gresik, bukanlah suatu pekerjaan mudah. Perkembangan kaum urban yang disertai dengan pendirian perumahan warga membutuhkan tehnis khusus dan kerja keras untuk penataannya. Konsep-konsep yang ditrerapkan semuanya harus diarahkan pada kebersihan, keindahan dan berorientasi lingkungan yang sehat. Betapa sulitnya mengatur itu apalagi di Gresik berdiri ratusan bahkan ribuah pabrik, baik kecil maupun besar.

Sedangkan kriteria dalam penilaian Adipura sudah disusun sedemikian rupa, sehingga subyektifitas penilaian, ditekan sekecil mungkin. Penilaian didasarkan pada sejumlah komponen yang harus di beri bobot dan skor. Misalnya, pengoperasian TPA, kebersihan tempat-tempat umum dan ruang terbuka hijau, kebersihan pasar, terminal, sekolah, rumah sakit, perkantoran, perairan terbuka, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, penataan kota , pemukiman dan lain sebagainya. Masing-masing komponen dinilai berdasarkan beberapa unsur atau sub komponen. Tiap sub komponen dinilai dengan skor dari nilai terendah = 0 dan nilai tertinggi = 100.

Lihat saja, ada program pohon jariah, yaitu memberikan santunan kepada warga masyarakat Gresik yang meninggal dunia sebesar Rp. 1.000.000,- dengan kompensasi menanam 1 pohon produktif. Program ini sudah dimulai sejak bulan Juli 2006. bahkan pada tanggal 7 Juli 2008, Bupati Gresik menerbitkan Perbup No. 19 tahun 2008 tentang pemberian santunan kematian bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Adapun pengawasan penanaman pohon dilakukan oleh Kades setempat dengan koordinasi Camat dan dilaporkan ke Bupati.

Tak hanya itu, ada program penghutanan kota dengan pohon pelindung dan pohon produktif. bantuan bantuan bibit tanaman yang di gelar oleh beberapa perusahaan di Gresik. Bahkan Perusahaan BUMN Terbesar di Gresik mendukung Pemkab Gresik dengan memberikan bantuan bibit kepada seluruh desa di Gresik. (*/yan)

Dibaca: 538 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook