Salah Paham, Ratusan Warga Blokir Jalur Pantura
Pasuruan (beritakota.net) – Ratusan warga Dusun Belung Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, Kamis siang (1/7), memblokir jalur pantura yang menghubungkan Pasuruan-Probolinggo. Aksi pemblokiran jalur pantura oleh warga tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam, meskipun demikian kemacetan arus lalu lintas mencapai sekitar 5 Km.
Aksi warga Dusun Belung Desa Sumberanyar tersebut merupakan aksi spontanitas, pasalnya warga mengira akses jalan satu-satunya menuju dusun tersebut akan ditutup oleh pihak TNI-AL. Antara kedua pihak memang sebelumnya tidak pernah berkomunikasi tentang jalan menuju dusun Belung yang berada dibelakang Markas Komando Latih TNI-AL.
Ratusan warga memblokir jalur pantura tersebut dengan puluhan batang bambu serta baru besar, hingga tidak bisa dilewati kendaraan. Pemblokiran tersebut adalah bentuk protes warga terhadap pihak TNI-AL, yang dianggap telah menutup akses jalan menuju dusun belung tanpa ada koordinasi.
Dari pihak TNI-AL yang diwakili oleh Perwira Staf Logistik Mayor Ramlan, saat menemui warga di jalan raya Sumberanyar Nguling mengatakan, bahwa proyek yang dilakukannya sejak pagi hari tersebut adalah untuk membuat gorong-gorong dan tidak akan menutup akses jalan yang menuju ke dusun belung.
“Kami tidak akan menutup jalan yang kearah dudun belung, kami hanya akan membuat gorong-gorong,” tegas Mayor Ramlan.
Penjelasan dari Mayor Ramlan tentang tujuan proyek gorong-gorongnya oleh warga masih belum bisa di terima, warga masih tetap akan menutup jalur pantura kalau tidak ada jaminan dari pihak TNI-AL untuk tetap membuka jalan menuju dusun tersebut.
“Saya adalah Camat kalian, saya juga adalah wakil warga sekalian. Kami mohon saudara sekalian untuk mendengarkan penjelasan ini, saya menjamin tidak akan ada penutupan jalan,” lantang Anwar, Camat Nguling, sambul menenangkan warganya.
Anwar, Camat Nguling, juga menjelaskan kepada warga bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak TNI-AL. Dari hasil pertemuan tersebut, Pihak TNI-AL tidak akan menutup jalan yang menuju dusun belung. Pengerjaan poyek yang dilakukan sejak pagi, (Kamis, 1/7), tersebut adalah untuk membuat gorong-gorong sepanjang kurang lebih 500 meter sampai batas sungai yang melintas di dusun belung tersebut.
Setelah warga bisa menerima penjelasan dari pihak TNI-AL dan Camat Nguling, warga akhirnya bersedia membuka pemblokiran jalur pantura tersebut. Puluhan batang bambu dan batu-batu yang mereka tempatkan di tengah jalan akhirnya disingkirkan sendiri, dan ratusan warga Dusun Belung Desa Sumberanyar membubarkan diri. (Jack)
Caption: Ratusan warga Dusun belung desa Sumbaeranyar Nguling Kabupaten Pasuruan, saat memblokir jalur pantura yagng menghubungkan Pasuruan-Probolinggo. Kamis (1/7). kojack doank/beritakota.net
Dibaca: 501 kali
