Puluhan BUMN Bermasalah Rugikan Negara
Yogyakarta (beritakota.net) – Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar mengatakan pemerintah akan menerapkan konsep holding compani, dan melakukan merger perusahaan BUMN yang tidak sehat. Dari 132 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebanyak 22 BUMN dikategorikan bermasalah dengan kerugian pemerintah pada 2009 mencapai Rp 500 miliar. PN Balai Pustaka merupakan contoh BUMN yang terus merugi hingga sulit disehatkan.
“Selain akuisisi, BUMN yang terus merugi bisa saja dilikuidasi,” ujar Mustafa Abu Bakar di Pascasarjana Universitas gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu (18/7).
Dikatakan Mustafa, melalui pengembangan konsep one holding sector, kerugian negara bisa dikurangi setengahnya pada tahun ini hingga hanya tinggal Rp 190 miliar. “Targetnya, hingga akhir tahun ini, tinggal 8-10 BUMN saja yang bermasalah,” kata Mustafa.
BUMN yang masih bisa disehatkan akan disatukan. Sebagai holding sector diharapkan BUMN tersebut bisa menjadi lebih kuat. BUMN itu tetap akan memiliki wewenang di tingkat direksi dan komisi, serta berbagai kebijakan berkaitan dengan peningkatan produksi hingga distribusi. “Sementara tugas lain seperti perencanaan, keuangan, investasi, dan lainnya ditarik ke atas di holding company,” jelas Mustafa.
Konsep semacam itu diyakini akan akan memperkuat posisi tawar Indonesia dan meningkatkan efisiensi maupun kompetisi BUMN dengan negara lain. “Ditargetkan, holdingisasi untuk BUMN perkebunan bisa selesai tahun ini,” kata Mustafa.
BUMN di bidang perkebunan dinilai cocok sebagai model pengembangan konsep holding company. “Rendahnya sumberdaya manusia dalam menjalankan manajemen, efisiensi perusahaan yang belum optimal, serta banyaknya skala usaha perkebunan berskala kecil, menjadi faktor pendukungnya,” tandas Mustafa. Kementerian BUMN, memperoleh dana dari pemerintah sebesar Rp 140 – 150 miliar per tahun untuk melaksanakan berbagai program, termasuk program holdingisasi tersebut. (*/jpc)
Dibaca: 514 kali
