Siswa Baru Nonton Wayang Kulit Semalam Suntuk
Gresik (beritakota.net) – Kedatangan ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas tentunya tak luput dari perhatian masyarakat kota Gresik yang hadir dalam acara pagelaran wayang kulit malam itu. Bahkan panitia sampai memberikan apresiasi lebih kepada siwa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas karena dianggap turut membantu kesuksesan acara ini, terbukti dengan membludaknya pengunjung bahkan ketika acara belum dimulai.
Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas tidak hanya datang sebagai penonton saja, melainkan juga mencari informasi yang berkaitan dengan kesenian tradisional wayang kulit. Diantara mereka ada yang sampai mengadakan wawancara dadakan dengan niyaga, cantrik, sinden bahkan dalang. Bahkan salah satu niyaga yang diwawancarai oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas kaget bukan kepalang dengan hal ini, mereka merasa sangat dihargai dan bangga dengan bagaimana anak-anak remaja yang masih berumur belasan tahun mempunyai kemauan untuk mempelajari kesenian tradisional.
Bulan-bulan awal masuk sekolah, 314 siswa kelas X SMA Negeri 1 Kebomas di tugasi nonton wayang kulit semalam suntuk yang diadakan oleh PT. Petrokimia dalam rangka memperingati HUT PT. Petrokimia di halaman SOR Tri Dharma , Sabtu (31/7). Pertunjukan Wayang yang mengambil lakon ”Wahyu Makutho Romo” dengan Dalang ”Ki Hari Tri Raharyo” dari kota Blitar.
Kedatangan ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas tersebut sempat menyita perhatian penonton wayang lain yang hadir dalam acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk itu. Bahkan panitia dari PT Petrokimia Gresik ikut memberikan apresiasi lebih kepada siwa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas karena dianggap turut membantu kesuksesan acara ini.
Ternyata nggak sekedar nonoton, ratusan siswa ini juga ditugasi untuk menyusun cerita wayang tersebut dalam bentuk makalah. Bukan hal yang mudah bagi siswa baru kelas X SMA Negeri Kebomas I ini untuk menelaah cerita wayang kulit. Hal ini diakui oleh Vetty Selvi Maulidah siswi kelas X8. “Awalnya saya takut juga, gimana harus mengerti ceritanya, wong bahasanya saja ada yang nggak aku mengerti”. Ujarnya sebelum pertunjukan.
Sesaat sebelum pertunjukan dimulai, puluhan siswa menemui sang dalang. Mereka bertanya tentang cerita wayang yang akan dimainkan. Meski sibuk persiapan pertunjukan, Sang dalang tetap meladeni wawancara singkat dengan para siswa. Sambil tersenyum dia bercerita intisaru cerita secara singkat . Rupanya Ki Dalang bangga juga melihat antusias para Siswa.
Tak hanya Ki Dalang, Niyaga (pengrawit), Cantrik (asisten dalang), sinden (pelantun tembang) pun tak luput dari wawancara siswa. Banyak Hal yang ditanyakan mulai dari nama gamelan, nama gending dan langgamnya sampai alamat masing-masing crew ikut ditanyakan juga. Margiyanto, Guru Seni Budaya yang menjadi pengerah ratusan Siswa ini mengatakan,: tujuan kamu untuk mengenalkan wayang kulit kepada siswa agar mereka belajar mengapresiasi kesenian yang sangat Adiluhung ini. Setidaknya mereka kenal dulu akan tokoh2 pewayangan. Kedepan kami berharap agar mereka mempunyai kemauan untuk belajar kesenian tradisional ini” ujarnya berharap.(*/yan)
Dibaca: 569 kali
