Advertorial Display

Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik Melalui Program CAR

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Pasuruan (beritakota.net) – Seminar pendidikan yang digelar di SMK Negeri Grati Kabupaten Pasuruan, Rabu (4/8), diikuti oleh puluhan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) khususnya guru bidang studi IPS se-Kota dan Kabupaten Pasuruan. Seminar yang bertemakan Inovasi dan Kreasi Pembelajaran dalam rangka mengukuhkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Pasuruan lewat Classroom Action Reaserch (CAR) yaitu Penelitian Tindakan Kelas, dan program tersebut sudah memasuki gelombang kedua.

Acara seminar pendidikan yang berkalaborasi dengan Sampoerna School Of education Outreach ini akan selalu dilaksanakan, hadir dalam acara, kepala Dinas pendidikan nasional kabupaten pasuruan, Edie sasmita dan Kenneth J. Cock, selaku direktur Sampoerna School Of education Outreach. sebelumnya program serupa juga digelar untuk guru pada bidang studi matematika serta IPA, dan pada bulan Agustus ini HM. Sampoerna memberikan dukungan penuh pada program bidang studi IPS.

Seperti fakta yang telah didapatkan dari Kementrian pendidikan Nasional tahun 2009, terdapat 33% pelajar SMA program IPS di Kota Pasuruan dan 11% terdapat di Kabupaten Pasuruan yang tidak berhasil lulus ujian nasional pada bidang studi IPS. Hal tersebut telah menunjukkan bahwa masih kurangnya pendidikan muruid terrutama pada bidang studi IPS, maka dari itu peningkatan mutu pendidikan juga harus diteparkan terutama kepada guru bidang studi.

Menurut Kenneth J. Cock, selaku direktur Sampoerna School Of education Outreach mengatakan, Classroom Action Reaserch (Penelitian Tindakan Kelas) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.

“Dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non pembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali, hingga akhirnya kualitas guru dapat meningkat,” ujar Kenneth J. Cock.

Program Classroom Action Reaserch (Pemelitian Tindakan Kelas) tersebut sudah dilaksanakan di tiga kota, diantaranya Kabupaten Karawang, Kota Surabaya, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan. Secara keseluruhan, program tersebut akan diiukti oleh sekitar 90 Kepala sekolah dan 2.270 guru budang studi di tiga daerah tersebut. Kenneth J. Cock, juga menambahkan bahwa pada gelombang ketiga nantinya akan dilaksanakan program serupa yang diperuntukkan bagi guru bidang studi non matematika, non IPA, dan non IPS.

Program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah meliputi pelatihan kepemimpinan, inovasi dalam metode mengajar, master teacher, penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reaserch), menjadi peserta dalam konferensi guru Indonesia serta pengembangan sarana resource center bagipara peserta kepelatihan. melalui kalaborasi tersebut, Sampoerna School Of education Outreach, Pemkot serta Pemkab Pasuruan serta PT HM. sampoerna Tbk, berharap bahwa upaya ini dapat menciptakan generasi guru Indonesia yang memiliki kualitas, profesional, inovatif, dan berstandart Internasional. (Jack)

Caption: Presentasi Classroom Action Reaserch (Penelitian Tindakan Kelas), Rabu (4/8). *kojack doank/beritakota.net

Dibaca: 588 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook