Advertorial Display

Atasi Hipertensi Dengan Food Therapy Ala CNI

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Surabaya (beritakota.net) – Perusahaan network marketing, PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) Cabang Surabaya menggelar Talkshow dan Healthy Cooking Show bertema “Food Therapy Hipertensi” yang menampilkan pakar gizi dan ahli makanan sehat alami, Wied Harry Apriadji. Acara yang jadi rangkaian Program Gaya Hidup Idaman yang dihadiri ratusan peserta ini diselenggarakan di Water Front Resto, Surabaya, Jum’at (6/8), mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai.

Head of Branch CNI Surabaya Yudi Setiawan mengemukakan, talkshow dan cooking show ini diadakan sesuai komitmen CNI untuk mendorong terciptanya masyarakat yang sehat dan hidup berkualitas.

“CNI sejak awal berdiri 24 tahun silam fokus pada peningkatan aspek kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti seminar kesehatan, seminar parenting, beauty class, talkshow dan cooking show lainnya dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang sesuai dengan orientasi CNI pada gaya hidup idaman,” ujar Yudi.

Melalui kegiatan ini, dia berharap para peserta, bisa mendapatkan informasi dan manfaat sekaligus mengenai healthy cooking dan food therapy hipertensi yang aman. “Tema kegiatan ini selaras dengan tujuan CNI untuk memasyarakatkan kesehatan dan menjadikan kesehatan sebagai bagian dari healthy life style masyarakat Indonesia,” tutur Yudi.

Dia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari CNI yang menggagas pembentukan komunitas yang bertujuan mencapai hidup sehat, berwawasan positif, keluarga bahagia dan sejahtera.

“Melalui kegiatan-kegiatan GHI seperti ini CNI berpartisipasi aktif untuk membantu meningkatkan kesehatan, kualitas hidup serta keharmonisan keluarga Indonesia” tambahnya.

Dalam talkshow dan cooking show kali ini, Wied mendemokan langsung beberapa resep makanan enak dan sehat untuk terapi hipertensi. Para peserta terlihat penuh minat saat melihat Wied mendemonstrasikan keahliannya mengolah bahan menjadi hidangan. Ada sekitar tiga jenis makanan yaitu tutti frutti salad, gulai kacang panjang dan pisang tofu kuah jahe.

Wied sesekali mendatangi meja para peserta dan langsung berinteraksi dengan melakukan tanya-jawab seputar healthy cooking dan food therapy hipertensi. “Food Therapy Hipertensi itu makanan yang tidak menggunakan banyak garam atau bahkan tidak menggunakan garam sedikitpun. Prinsip yang digunakan dalam food therapy hipertensi adalah jangan makan garam!” tukas Wied.

Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu gejala ringan seperti pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal dan berat, mudah marah, telinga berdengung, sukar tidur, sesak nafas, mudah lelah, mata berkunang-kunang dan mimisan (keluar darah dari hidung).

Alumnus Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga (GMSK) Institut Pertanian Bogor yang pernah berkarier di beberapa majalah wanita ini juga menjelaskan, faktor dominan yang menyebabkan hipertensi adalah pola makan dan aktivitas yang tak seimbang. Akibat dua hal tersebut seiring bertambahnya usia semakin meningkatkan resiko kemunculan penyakit. Pengendalian hipertensi antara lain yaitu diet rendah garam, kolesterol, dan lemak jenuh.

Tindakan pencegahan baik bagi yang belum pernah menderita hipertensi ataupun bagi yang pernah agar tidak terkena lagi, yaitu dengan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat ini antara lain meliputi pola makan ataupun aktivitas serta olahraga.

Dalam food therapy hipertensi, pengaturan pola makanan sehari-hari bagi penderita hipertensi yaitu dengan selalu menggunakan garam beryodium dan penggunaan garam jangan sampai lebih dari 1 sendok per hari. Untuk diet bagi penderita hipertensi dapat dilakukan dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang, jahe, kencur serta bumbu-bumbu lain yang tidak asin atau mengandung banyak garam natrium. Untuk memperbaiki rasa, makanan juga dapat ditumis. Untuk mengurangi penggunaan garam yang berlebih, dapat diatasi dengan membubuhkan garam di meja makan. (*/san/brt)

Dibaca: 453 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook