Advertorial Display

Ratusan Pulau Tanpa Nama Rawan Hilang

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Suara pembaca (beritakota.net) – Diperkirakan 166 pulau-pulau di Provinsi Sumatera Utara rawan dicaplok pihak asing. Kondisi itu akibat ratusan pulau tersebut, sampai kini belum memiliki nama atau tanda-tanda sebagai milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu pernah diungkapkan Sekdaprov Sumatera Utara DR RE Nainggolan pada pertemuan dengan Deputi Wantannas (Dewan Pertahanan Nasional) Irjen Pol Firman Gani di Kantor Gubsu Medan.

Data yang kami terima dari pihak terkait dari 419 pulau-pulau terluar yang ada di Provinsi Sumut, baru 60 persen di antaranya yang sudah diberi nama. Namun demikian upaya menjamin ratusan pulau tersebut tetap berada di pangkuan Ibu Pertiwi, tak boleh dilupakan dan harus terus dilakukan.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memasang tiang bendera (show the flag), mendirikan dermaga, mendorong warga untuk menetap di pulau tersebut atau memberi tanda lainnya di atas pulau itu yang nantinya bisa dijadikan bukti bahwa pulau itu milik Bangsa Indonesia.Perlu kita ketahui bersama bahwa di antara 166 pulau terluar yang belum bernama itu, masih ada 19 pulau terluar lainnya, antara lain Nipah, Rondo, Berhala, Mianggas, dan Talau yang juga patut menjadi pertimbangan. Karena geografis semua pulau ini berdekatan dengan perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) perairan negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kepulauan Andaman (India).

Namun demikian apapun yang akan dilakukan oleh pemerintah, pengamanan dan patroli pulau oleh aparat TNI mutlak diperlukan. Kalau perlu di bangun pos-pos militer sekaligus menempatkan pasukan TNI di pulau-pulau yang tersebar itu. Hal ini dapat berdampak positif kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan di wilayah itu dan mau menghuni pulau tersebut.

Selain itu perlu membangun sejumlah sarana dan prasarana, seperti pembangkit listrik diesel, fasilitas air bersih, dan telekomunikasi. Sehingga sarana dan prasarana ini menjadi penarik minat masyarakat untuk mau menghuni pulau tersebut. Pengamanan dan pembangunan pulau-pulau tersebut diperkirakan akan efektif untuk menghindari pulau tersebut dijadikan sarang perampok, kegiatan kriminal dan kegiatan ilegal lainnya.

Ari Sulistyowati, S.Sos
Perum Ambar Graha Permai
Cileungsi, Bogor
HP. 021-99339288
arisulis@yahoo.com

Dibaca: 790 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook