Advertorial Display

Korea Inves Rp 3 Triliun Untuk Jombang

Anggota DPR RI Protes Impor Sapi Illegal Asal Australia thumbnail

Jombang (Beritakota.net) – Ditengah membutuknya hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia, ternyata tidak membuat Investor asing lesu. Kali ini Kabupaten Jombang mendapatkan investasi dari negara Korea sebesar Rp 3 Triliun. Yakni perluasan pembangunan pabrik asam amino CJ (Cheild Jedang) Indonesia di kawasan Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, Jombang. “Korea telah menamkan investasi seniali 300 juta US Dollar atau senilai Rp 3 Trilliun,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur yang hadir dalam acara peresmian perluasan pembangunan pabrik asam amino, Senin (30/8).

Menurut Gubernur, langkah Korea untuk melakukan investasi di Jawa Timur adalah langkah yang tepat. Pasalnya, iklim investasi di propinsi ini sangat kondusif. Ia juga berharap setelah Korea akan ada lagi negara-negara maju yang bisa berinvestasi di jawa timur. Dengan adanya investor asing yang masuk, tentunya akan merubah tingkat perekonomian masyarakat.

“Banyaknya investasi ini, tentunya akan meningkatkan prekonomian masyarakat,” kata Soekarwo, sesaat sebelum memencet sirine tiang pancang tanda dimulainya pembangunan pabrik masakan
tersebut.

Selain gubernur, hadir dalam acara tersebut duta besar Korea untuk Indonesia, Kim Ho Young. Ia mengatakan, investasi yang dilakukan Korea itu merupakan bentuk hubungan yang harmonis antara Indonesia dengan negeri ginseng tersebut. Hubungan kedua negara ini, katanya, dimulai sejak tahun 1973. Dari tahun tersebut, sudah ada a 1.300 perusahaan yang berinves di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah usaha di bidang pangan, obat-obatan bahkan industri otomotif.

“Berdasarkan catatan kami, pada tahun 2009 investasi itu sudah mencapai 15,3 miliar US Dolar. Hanya saja, kalau dulu industri padat karya, kini bergeser pada industri padat teknologi,” kata Kim dengan bahasa Indonesia. Sementara itu, Presiden Comisaris PT Cj Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Kent Sondakh, mengatakan, untuk menjalin kerja sama itu,
pihaknya berharap hubungan yang sinergis antara pemerintah daerah, ulama, serta tokoh masyarakat.

“Dengan begitu inbestasi ini bisa kondusif,” katanya. Selain gubernur, dalam pemasangan tiang pancang itu juga dihadiri oleh wakil ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jombang, Bahana bela Binanda, serta bupati Jombang Suyanto. rif

Dibaca: 368 kali

Tagged as:

Comments are closed.

Temukan Kami Di Facebook