Politik

Ketua Fraksi PKB Desak Pemkab Gresik Solusi Kelangkaan Pupuk

beritakota.net
Sabtu, April 03, 2021 WAT
Last Updated 2021-04-03T05:41:28Z
Advertisement

Gresik, beritakota.net-- Ketergantungan petani dalam menggunakan pupuk kimia membuat DPRD Gresik mengkaji pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif kebutuhan petani. Apalagi, ternyata di Desa Wadeng Kecamatan Sidayu banyak pelaku usaha pembuatan pupuk organik.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, M Syahrul Munir usai kegiatan penyerapan aspirasi dari masyarakat (Reses) di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu pada Jumat (2/4/2021) petang.


Menurut Syahrul, selama ini petani sangat menggangtungkan pupuk kimia subsidi yang alokasinya diatur oleh Kementrian Pertanian RI. Dan, alokasi untuk Gresik maksimal hanya 70 persen dari kebutuhan petani.


"Meskipun pabrik pupuk milik negara ada di Gresik namun tetap alokasi pupuk subsidi kurang. Ini adalah pahit. Faktanya petani kurang alokasi pupuk bersubsidi," kata Syahrul yang Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik ini. 


Fakta tersebut membuat anggota dewan termuda ini berinisiatif untuk mewacanakan agar pemda mendorong petani memakai pupuk organik. Sebab, banyak daerah yang berhasil meningkatkan produktivitas pertanian lewat pupuk organik.


Hal itu penting, terlebih di Desa Wadeng banyak produsen pupuk organik berskala kecil dan menengah. Pupuk yang diproduksi ini ternyata memiliki banyak manfaat. 


"Wacana pupuk organik harus dimaksimalkan ini terus kita perjuangkan. Pemerintah daerah harus ikut melakukan pendampingan, bagaimana pun yang bekerja di usaha pupuk itu juga warga kita," ucapnya.


Politisi PKB ini juga meminta dinas terkait melakukan pendampingan. Misalnya, membuat demplot atau lahan pertanian percontohan dengan memakai pupuk organik.


"Sehingga nanti outputnya, petani mau memggunakan pupuk organik ini. Penggunaan pupuk ini harus kita wacanakan agar petani juga tidak ketergantungan dengan pupuk kimia," pungkasnya serius. Yan

TrendingMore

close