Begini Kriteria Calon Sekda Kata Sekretaris IWNU Gresik


Gresik, beritakota.net, -- Kandidat Sekda Gresik harus bersih, bisa membantu mewujudkan visi misi Bupati H Fandi Ahmad Yani dan Wakil Bupati Hj Aminatun Habibah. Demikian penegasan Irfan Choirie SH MH Sekretaris IWNU (Inspirasi Warga Nahdlatul Ulama) Gresik, yang mentori kemenangan Fandi Ahmad Yani menanggapi lima calon sekda yang dinyatakan lolos administrasi untuk tahap selanjutnya dipilih oleh Bupati.

Menurut Gus Irfan sapaan adik kandung Effendy Choirie politisi Nasdem ini, calon sekda harus bersih tidak ada catatan dalam kejahatan korupsi.


"Calon sekda harus bersih tidak korupsi, itu yang penting untuk Gresik Baru", ujar Gus Irfan kepada beritakota.net, Ahad (12/09/2021).


Selain itu lanjut Gus Irfan, kriteria calon sekda juga bisa menjadi semacam otaknya di birokrasi, yaitu bisa menata organisasi di pemerintahan dalam membantu Bupati untuk Gresik Perubahan.


Pengacara senior ini menambahkan, calon sekda harus mampu menjalin eksternal dengan instansi lain, misalnya kejaksaan dan kepolisian, pengadilan negeri dan pengadilan agama serta instansi swasta untuk memudahkan dalam pelayanan publik, yakni Gresik Baru dengan birokrasi pelayanan prima profesional dan memudahkan pengusaha pengusaha dalam investasi di Gresik.


"Selama ini hubungan eksternal Pemda Gresik masih eklusif, maka dengan adanya calon sekda yang nantinya akan dipilih Bupati harus bisa membuka lebar bagaimana menjalin birokrasi dengan instansi luar, agar Gresik Baru bisa mewarnai", lanjutnya.


Dijelaskan Gus Irfan calon sekda hendaknya bisa mewarnai dalam artian mampu menterjemahkan visi misi Gresik Baru yang diperjuangkan Bupati.


"Jadi kandidat sekda itu bisa mewarnai bukannya keminter atau minteri pimpinannya", imbuhnya.


Soal issu merebak partai politik tertentu ikut cawe dalam pencalonan sekda, Gus Irfan menanggapi mendukung statemen Ketua DPD Nasdem Gresik H. Syaiful Anwar.


"Sependapat dengan Pak Ketua DPD Nasdem Gresik, bahwa sepenuhnya calon sekda itu siapa nanti yang akan dipilih sepenuhnya menjadi hak prerogatif dari Bupati, selain memang Bupati sudah menjalankan sesuai prosedur mekanisme aturan dalam seleksi pencalonan sekda", lanjutnya menegaskan.


Seperti diberitakan dalam surat Panitia Seleksi terbuka JBT Sekretariat Daerah Gresik Nomor 02/PANSEL/2021, yang lolos administrasi 5 orang dari 7 pejabat yang diintruksikan Bupati untuk mengikuti seleksi. Sedangkan 2 pejabat tidak lolos administrasi yaitu adalah Staff Khusus Bupati Gresik Andhi Hendro Wijaya dan Kepala Dinas Pertanahan Nanang Setiawan.


Sementara kelima pejabat yang penuhi persyaratan administrasi untuk ikut dalam tahapan seleksi selanjutnya, Kepala DLH M Najikh, Asisten Sekda Abu Hassan, Kadis PUTR Achmad Washil Miftachul Rahman, Kepala Inspektorat Edy Hadisiswoyo dan Kadis Tenaga Kerja Budi Raharjo. (Yan)