“Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujar Bupati Yani saat memberikan sambutan dalam acara Kirab Adipura Kabupaten Gresik, Jumat (27/02) yang dimulai start Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Jl. Veteran dan finish di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto.
Dalam sambutannya, Bupati Yani juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas lapangan.
“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujarnya.
Bupati Yani menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan seperti sekolah dan pesantren didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung.
Selain itu lanjut Bupati Yani dalam sektor perizinan perumahan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS3R).
"Selain itu, pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana," terangnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Yani juga mencontohkan Desa Randuboto yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame melalui program kampung proklim.
"Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.
“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya ,” jelas Sri.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Gresik Dr. S. Hariyanto sangat mendukung dan siap menjalankan perintah Bupati Gresik dalam terus meningkatkan kebersihan kota Gresik di lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolahan dan pesantren.
"Sangat bagus tadi sudah disampaikan sambutan Bapak Bupati agar di lembaga pendidikan ada edukasi pengelolahan sampah, ini biar kota Gresik terus bisa meningkatkan kebersihan lingkungan kota terjaga dan membanggakan warga Gresik," ujarnya.
Sebelumnya Kirab Adipura Kabupaten Gresik digelar, sebagai bentuk apresiasi atas kerja nyata pasukan kebersihan dan pertamanan yang setiap hari menjaga wajah kota.
Dalam momen ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati dr. Asluchul Alif turun langsung memimpin kirab bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para petugas kebersihan.
Kirab menyambut Piala Adipura yang diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Diiringi sambutan masyarakat yang luar biasa, mereka memulai kirab dari Gedung Gejos diiringi naik becak bersama keliling kota menuju finish gedung WEP.
Tampak kirab disambut antusias gembira oleh masyarakat Gresik, iring-iringan kirab juga diikuti oleh jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, perwakilan perusahaan, lurah dan komunitas pegiat lingkungan, serta petugas kebersihan.
Kirab tersebut menempuh rute sekitar 4 kilometer, dengan menyusuri daerah Segoromadu, Jalan Raya Veteran, Jalan Raya Panglima Sudirman, Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto dan finish di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Dengan sepanjang rute yang dilewati, masyarakat tampak antusias untuk memberikan sambutan meriah.
Kegembiraan juga terlihat jelas di wajah Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik, yang tidak henti-hentinya melambaikan tangan dan menyapa warga yang memberikan sambutan di sepanjang jalan.
Ketika memasuki Jalan Raya Panglima Sudirman, rombongan kirab disambut ratusan pelajar yang berdiri sudah menanti di sepanjang pedestrian jalan dan tampak melambaikan bendera merah putih sambil mengucap selamat. Di mana terlihat semakin padat, saat rombongan memasuki Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto dan mendekati titik finish kirab.
Pada titik finish di Gedung WEP, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati dr. Asluchul Alif beserta rombongan kirab, disambut meriah warga Gresik. Di hadapan rombongan dan tamu undangan, Bupati Yani mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik.
“Prestasi ini adalah prestasi masyarakat Gresik. Banyak pengalaman yang sudah kita dapatkan dalam terkait keindahan, kebersihan, dan penanganan sampah dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.
Dirinya berharap, di tahun mendatang, isu penanganan sampah melalui Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R) bisa masuk di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) dan dibangun di setiap desa, juga di sekolah dan pesantren serta di lingkungan perumahan.
“Makna Piala Adipura tidak hanya sekadar kebersihan dan keindahan saja, melainkan ada yang lebih substantif yaitu kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Berikutnya saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama terus meningkatkan dalam menjaga kebersihan kota Gresik," pungkasnya. (ian)

|
beritakota.net |
