Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus studi lapangan bagi para kader dengan mengunjungi Kampung Semar di Kota Malang, sebuah kampung edukasi lingkungan yang dikenal berhasil membangun budaya masyarakat yang disiplin terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan ini, para kader mendapatkan pendalaman materi mengenai pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, khususnya terkait pengolahan sampah organik, pemanfaatan teknologi biopori, serta konsep “tabungan air” melalui sumur resapan sebagai upaya pencegahan genangan dan banjir. Para peserta juga mempelajari bagaimana sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna, mulai dari pengolahan kompos hingga budidaya maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan.
Dalam pelathan ini, para kader juga mendapatkan pembelajaran langsung dari Ir. Bambang Irianto,mengenai pentngnya membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.Sosok penggerak lingkunganyang dikenal melalui keberhasilannya mengembangkan konsep konservasi air dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kampung Glintung.
Berkat inovasi tersebut, berbagai penghargaan berhasil diraih, mulai dari Penghargaan Kalpataru hingga penghargaantngkat internasional.
Para kader dibekali pemahaman bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk menciptakan lingkungan yang produktf,bermanfaatdan berkelanjutan.Melalui kegiatan ini,kader MASBERLING diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, khususnya dalam pengelolaan sampah, penerapan biopori, serta pengelolaan tabungan air.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik di wilayah sekitar perusahaan yang menghadapi tantangan serupa terkait banjir, dengan mengadopsi praktk-praktk baik yang telah berhasil diterapkan di Kampung Glintung, Malang. (ian)

|
beritakota.net |
