Pertumbuhan Industri Melesat, Lokal Media Network Ajak Warga Gresik Utara Diskusi Tantangan dan Peluang

Gresik, beritakota.net | Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di Paddock Caffe, Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Diskusi bertema ‘Gresik Dibanjiri Investasi, Rakyat Dapat Apa?’ yang menghadirkan berbagai kalangan khususnya anak muda ini bertujuan sebagai sarana dialog dan menyerap aspirasi warga menghadapi pertumbuhan industri yang begitu pesat, terutama di wilayah Gresik Utara.


Menghadirkan dua narasumber kompeten yakni Santi Wahyu Lestari dari Bidang Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik dan Fajar Rubianto dari Pemerhati Sosial, diskusi berlangsung gayeng dan interaktif. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi, mulai pertumbuhan investasi, multiplier effect perusahaan terhadap kesejahteraan warga sekitar, hingga peluang tenaga kerja lokal.


Tim Lokal Media Network Akhmad Sutikon mengatakan, diskusi digelar dengan tujuan untuk memberikan wawasan sekaligus duduk bersama seluruh kalangan termasuk anak muda agar mempersiapkan diri. Sehingga semua pihak bisa tampil dan mengambil peran di tengah pertumbuhan industri yang begitu cepat.


“Gagasan diskusi ini sebagai sarana berdialog dan saling bertukar gagasan. Sehingga menjadi stimulus bagi semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri yang begitu cepat terutama di wilayah Gresik Utara,” kata Sutikon.


Menurut Sutikon, pertumbuhan industri yang begitu pesat akan berdampak terhadap perubahan di seluruh sektor, mulai ekonomi hingga kondisi sosial. Karena itu sangat penting meningkatkan wawasan dan kesadaran serta menjaga solidaritas internal masyarakat untuk menghadapi peluang dan tantangan ke depan.


“Outputnya adalah bagaimana nantinya pertumbuhan industri bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ini yang menjadi target utama, karena sejauh ini yang kita rasakan bersama adalah keberadaan industri faktanya belum cukup mampu mengangkat ekonomi masyarakat lokal,” terangnya.


Untuk itu, diskusi ini diharapkan menjadi bahan kajian yang mendalam sekaligus bisa menjadi wadah menampung masukan masyarakat berbagai kalangan termasuk anak muda ke depan untuk menyiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri yang begitu pesat, terutama di wilayah Gresik Utara.


“Tentu kami butuh partisifasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Rencananya tiap bulan kami akan menggelar diskusi di tiap kecamatan di wilayah Gresik Utara, dengan tema, narasumber, serta peserta yang berbeda,” jelasnya.


Hadir dalam diskusi tersebut, Rektor Universitas Gresik (Ungres) Dr. Rian Pramana, Direktur Utama PT Gresik Propertindo Ali Muksin Djalil, Ketua Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) Gresik Hilal Ulfi, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK) Abdul Wahab, perwakilan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik, segenap tamu undangan serta puluhan peserta lain. (ian)