Berbagai pendekatan terus disempurnakan agar penanganan stunting lebih terintegrasi dan tepat sasaran. Sebab keberhasilan menurunkan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Tetapi juga dibutuhkan peran aktif tenaga kesehatan, kader desa hingga masyarakat secara umum.
Kepala Desa Bolo Ihsanul Hakim mengatakan, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor untuk menyamakan langkah dan memperkuat penanganan secara sistematis mulai dari hulu hingga hilir, seperti penguatan edukasi serta intervensi langsung kepada masyarakat.
“Mari kita satukan komitmen, menyamakan langkah, dan memperkuat kerja sama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di desa kita,” kata Ihsan dalam kegiatan Rembuk Stunting, Jum’at (12/6/2026).
Menurutnya, evaluasi terhadap penerapan program-program penanganan stunting harus secara rutin dilakukan. Sehingga aksi konvergensi dapat berjalan efektif dan membuahkan hasil dengan penurunan angka stunting yang signifikan.
“Upaya ini membutuhkan kepedulian dan keterlibatan kita semua,” tandasnya.
Ia berharap kegiatan Rembuk Stunting dapat menjadi kunci utama dalam merumuskan program-program dan rencana aksi nyata yang tepat sasaran. Sehingga menjadi langkah strategis dalam mewujudman penanganan stunting yang efektif di Desa Bolo, serta mewujudkan generasi bebas stunting di masa depan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan usulan dan rencana aksi yang tepat sasaran, sehingga program pencegahan stunting di desa kita dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*/ian)

|
beritakota.net |
