Menjaga Tradisi Leluhur, Pemdes Prupuh Gelar Sedekah Bumi Penuh Makna

Gresik, beritakota.net | Ribuan warga Desa Prupuh Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik tumpah ruah hadiri acara sedekah bumi di taman Sendang Air Duyung (Tirta Mata Air Suci), Senin (24/8/2026). 


Tradisi tahunan dalam rangka menyambut  HUT Desa juga HUT kemerdekaan RI ke-81 ini, digagas pertama kali sejak awal kepemimpinan Kepala Desa Prupuh Mushollin S. Ag.


Kegiatan penuh makna hikmah ini menarik minat pengunjung, baik dari warga setempat maupun masyarakat luar desa bahkan dihadiri puluhan dari Persatuan TKI asal Malaysia se Kabupaten Gresik. 


Mereka tertarik karena selain dari suguhan ambeng-ambeng, 2 tumpeng raksasa yang sebelumnya diarak keliling desa dan banyak ragam menu makanan berkatan acara ini juga paling dinanti yaitu momen udik-udik dalam acara ini.

Sebelumnya acara diawali dengan pagelaran hadrah, pembacaan istighotsah doa bersama. Tampak seusai prosesi acara  ribuan warga terutama anak anak langsung berhamburan saat Kades Prupuh membagikan udik-udik dalam berebut isi gunungan tumpeng. 


Terlihat mereka dari anak-anak kecil saling berebutan udik-udik bahkan ada yang naik ke pundak orang tuanya. Ibu-ibu mereka menyelipkan plastik ke dalam jilbab. Remaja putra membentuk pagar betis biar bisa maju duluan. Sorak tawa, teriakan "Awas! Awas!", dan doa bercampur jadi satu.


Dalam pernik udik udik dengan banyak uang pecahan dari recehan Rp 500 dengan tulisan Fee maka ada yang mendapatkan hadiah Rp 1 juta, Rp. 500 ribu paling rendah nilainya Rp. 50.000. Panitia menyediakan puluhan juta untuk udik-udik dari donatur TKI Malaysia atau dermawan warga yang menyumbangkan di acara ini. 


Maka tidak kurang waktu dari 5 sampai 10 menit gunungan tumpeng yang tadinya gagah menjulang, ludes selain dimakan bareng rame-rame warga juga dibungkus bawa pulang. Tinggal sisa bambu dan daun pisang dan kertas plastik bungkus nasi. 


Kegiatan sedekah bumi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas limpahan hasil pertanian, tambak, dan laut yang telah diberikan selama setahun. Tradisi ini sudah turun-temurun dijaga oleh warga dan kini populer semenjak dipelopori oleh Sang Kades Mushollin, S. Ag sehingga dikenal di mancanegara luar negeri.  


Dalam sambutannya Kepala Desa Prupuh Mushollin menyampaikan kegiatan sedekah bumi agar dilestarikan menjadi tradisi turun menurun. 


"Sedekah Bumi ini bukan hanya seremonial. Ini pengingat kita untuk terus bersyukur atas nikmat Allah, menjaga kelestarian alam, gotong royong, dan peduli sesama. Alhamdulillah tahun ini hasil panen  tambak dan sawah warga cukup baik," ujar Mushollin. 


Kades juga mengapresiasi gotong royong panitia, PKK, Karang Taruna, dan seluruh warga yang kompak dalam penyelenggaraan acara tersebut.


"Dana kegiatan ini dari swadaya masyarakat ini menjadi bukti warga Prupuh sebagai rasa syukur juga guyub rukun seduluran," tambahnya.


Sementara itu Camat Panceng Muhammad Sampurno S.Sos yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Desa Prupuh bisa menjadi contoh desa yang berhasil menjaga budaya.


"Saya bangga kerena Desa Prupuh masih konsisten menjaga tradisi dengan sedekah bumi. Ini aset budaya yang harus kita jaga," ungkap Camat.


Camat melanjutkan agar warga Prupuh untuk menjaga kebersamaan, jaga kebersihan lingkungan setelah acara, dan teruskan tradisi ini kepada anak cucu.  


"Biar anak-anak kita tahu jati diri orang Gresik Utara dari Desa Prupuh. Bahwa kita ini masyarakat yang religius, gotong royong, dan cinta budaya," lanjutnya mengingatkan.   


Acara ini selain berlangsung sukses dan lancar dihadiri Muspika Kecamatan Panceng juga dari berbagai undangan para kades dari luar Desa Prupuh serta para  sesepuh tokoh masyarakat. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Selain itu juga nanti malam dilanjut serangkaian acara ini diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dan santunan untuk anak yatim. (ian)