Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar lebih waspada terhadap penyakit yang rawan muncul saat pergantian musim, seperti DBD, ISPA, diare, dan penyakit kulit.
Acara dihadiri Kepala Desa Tulung Eko Supangkat, perangkat desa, pendamping desa, kader Posyandu, RT/RW, dan perwakilan warga dari 2 dusun.
Sebagai narasumber, Pemdes Tulung menggandeng petugas dari Puskesmas Kedamean. Dalam pemaparannya, tim nakes menyampaikan materi tentang cara penularan, gejala awal, dan langkah pencegahan penyakit menular.
"Penyakit menular paling banyak disebabkan oleh perilaku kita sehari-hari. Mulai dari tidak cuci tangan, lingkungan kotor, sampai jentik nyamuk yang dibiarkan. Maka pencegahannya harus dari rumah masing-masing," jelas salah satu petugas Puskesmas.
Kepala Desa Tulung Eko Supangat dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif warga.
"Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kesehatan itu tanggung jawab kita bersama. Lewat sosialisasi ini kami ingin warga paham dan bisa jadi agen kesehatan di lingkungan RT masing-masing," ujarnya.
Kades juga mengajak warga rutin melaksanakan 3M Plus untuk cegah DBD: Menguras, Menutup, Mengubur, ditambah memelihara ikan pemakan jentik dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Selain itu warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan rutin mencuci tangan pakai sabun.
Acara berlangsung interaktif. Warga antusias bertanya soal gejala DBD pada anak, cara membuat larvasida alami, hingga penanganan awal diare di rumah.
Di akhir kegiatan, Pemdes Tulung membagikan poster dan leaflet pencegahan penyakit menular yang bisa ditempel di pos RT dan masjid.
"Alhamdulillah materinya mudah dipahami. Sekarang kami jadi lebih paham ciri-ciri DBD dan cara mencegahnya," kata Bu Lilik, kader PKK Dusun Panggang.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemdes, kader kesehatan, dan warga untuk rutin melakukan kerja bakti dan pemantauan jentik tiap minggu.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemdes Tulung berharap angka kasus penyakit menular di desa bisa ditekan dan masyarakat Desa Tulung tetap sehat, produktif, dan kuat. (ian)

|
beritakota.net |
