Wiwitan bersama ini merupakan kali pertama digelar warga. Sebelumya memang belum pernah. Kendati sudah dilakukan wiwitan bersama, namun sebagian warga memilih menggelar wiwitan sendiri di rumah masing-masing dengan membuat tumpeng diundangkan tetangga sekitar.
Meski ditengah terik panas matahari pagi, karena tidak dipasang tenda, tasyakuran wiwitan bersama itu berlangsug cukup meriah. Tidak hanya dihadiri Kepala Desa (Kades) Weduni Yasin, tapi sejumlah petugas dari Bengawan Jeruh juga turut hadir dalam acara penuh makna ritual itu. Acara diawali sambutan oleh Kadin Suprapto, selaku wakil ketua panitia Wiwitan bersama kemudian dilanjutkan istigotsah dan bacaan tahlil yang dipimpin ustad Khunen.
Puncaknya yaitu makan bersama sate dan gule kambing yang telah disiapkan oleh panitia. Sebab, agar wiwitan bersama itu berlangsung meriah panitia sengaja memotong satu kambing uang yang didapat dari sejumlah donatur."Mudah-mudahan wiwit tahun depan semakin meriah. Kalau bisa tidak hanya potong kambing, tapi sapi, " tutur Hariyanto penuh semangat.
Menurut Kadin Suprapto, wiwitan bersama tersebut digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, untuk sampai menuju panen itu membutuhkan perjuangan yang cukup berat dan melelahkan. Tidak hanya kekhawatiran terhadap penyakit tanaman padi yang dihadapi para petani, tapi juga ketersediaan air harus cukup. Sebab, jika tidak bisa terancam gagal panen.
Oleh sebab itu, Kadin Suprapto menyampaikan banyak terima kasih kepada petugas dari Bengawan Jeruh. Berkat kerja keras yang dilakukan, petani Weduni, khususnya petani Dusun Kudu untuk kebutuhan air selama ini selalu tercukupi hingga sampai musim panen tiba." Alhamdulillah, karena prinsipnya semua petani harus bisa panen,"tutur Kadin Suprapto yang juga Kaur Kesrah Pemdes Weduni ini.
Dalam kesempatan itu Kadin Suprapto juga mengingatkan para petani setelah panen selesai untuk segera melunasi PBB nya. Karena PBB tersebut untuk mendukung keberlangsungan pembangunan."Tolong nanti setelah panen PBB untuk segera dilunasi untuk mendukung pembangunan." kata Kadin mengingatkan.
Setelah digelar Wiwitan bersama itu dilanjutkan panen perdana pada Selasa dimulai dari tambak milik H. Zaeni. Menurut rencana dua kombi akan didatangkan. Para petani berharap sebelum panen selesai hujan jangan turun, sehingga harga jual gabah tetap masih tinggi. (eri/yit/ian)

|
beritakota.net |
