Said Aqil Siap Maju Ketua PBNU
Tuban (BeritaKota.net) – Meski Muktamar ke 32 NU akan digelar awal 2010 mendatang, namun kadidat Ketua Umum PBNU mulai menggalang dukungan ke sejumlah PC NU di Jawa Timur. Salah satunya dilakukan KH. Said Aqil Siraj, bahkan ia turun ke bawah (turba) untuk mengenalkan diri atas pencalonannya menjadi Ketua Umum PBNU. Minggu (18/10) Ketua PBNU itu menghadiri acara halal bi halal PCNU di Resor Wilis Jenu Tuban.
Kedatangan Said Aqiel Siradj disambut hangat ratusan wong NU Tuban, tampak mereka berebutan ingin menyalaminya, sehingga puluhan banser mengawal ketat saat tiba di lokasi acara.
Dalam kesempatan itu Said Aqiel menyatakan ada oknum yang sengaja menghembuskan issu yang tujuannya ingin menjatuhkan dirinya, namun ia tidak akan menanggapi.
Munculnya issu negatif, jelang Muktamar PBNU itu yakni tudingan bahwa Said Aqiel beraliran Syi’ah maupun jadi salah seorang pembina generasi muda agama lain. Namun dirinya tidak akan menggubrisnya.
“Tudingan itu sebagai issu murahan saya tidak bakal menanggapi. Saya mendengar kabar kalau di rumah saya katanya ada salib sebagai atribut orang beragama non Islam. Silahkan pinarak dirumah saya. Saya malah punya banyak kalau hanya seperti itu. Tapi Sudahlah tidak perlu ditanggapi. Saya terpilih jadi ketua umum apa tidak bukan masalah,’’ tutur Said Aqiel.
Dalam kesempatan itu Said Aqiel juga sempat menjelaskan pengetahuan tentang sejarah agama-agama,misalnya bagaimana Islam menjadi penerang setelah saat itu dibelahan dunia sedang menuju puncak kejahiliannya. Mulai dari kekejaman Raja Nero di Roma, perkembangan Zoroaster di Persi hingga kekejaman yang terjadi di kalangan warga masyarakat antar suku di jazirah Arab.
Sedangkan era setelah Rasulullah SAW juga disebutkan keilmuan yang tinggi dari para ulama dalam menjabarkan Al Qur`an dan Hadist. Diantaranya peristiwa besar terjadi hasil pemikiran ulama tahun 62 H, 182 H hingga 200 H dimana muncul qiyas dan ijma dari pemikir Islam yang bermanfaat memudahkan bagaimana memahami dan membaca Al Qur`an.
‘’Saat Rasulullah SAW Hadir dijaman kegelapan sudah muncul bahwa ilmu memegang peranan penting untuk menguak kebenaran,’’ lanjut Said Aqiel.
Sementara Ketua PC NU Tuban, H Fatkhul Huda menambahkan perkembangan organisasi keagamaan saat ini diperlukan suatu uswah sebagai salah satu langkah pembinaan kader dibawahnya. Sayangnya, menurut dia, uswah-uswah itu masih sulit didapatkan dari kepengurusan organisasi tingkat diatasnya. Salah satu diantaranya adalah anggaran organisasi yang bersifat mandiri.
‘’Tanpa akuntabilitas sperti itu organisasi akan sulit berkembang dan juga sulit menjadi contoh dibawahnya,’’ tutur Fatkhul Huda. Acara itu juga dihadiri perwakilan PW NU Jatim KH Masudi Mokhtar. (kh)
Dibaca: 112 kali


