NU Terbuka Semua Parpol, Bukan Hanya PKB

NU Terbuka Semua Parpol, Bukan Hanya PKB thumbnail

Jakarta (beritakota.net) – Keberadaan NU (Nahdlatul Ulama) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia selama ini selalu dimanfaatkan oleh partai politik tertentu, untuk kepentingan politiknya. Bahkan, NU hanya sebagai tambal sulam misalnya ketika parpol butuh dengan NU, maka NU didekati, namun saat kepentingan politiknya tercapai, kemudian NU ditinggalkan.

Karena itu pada Muktamar ke 32 NU di Makassar mendatag NU akan membuat kebijakan secara tegas yaitu NU terbuka pada semua parpol, ini untuk membangun jaringan politik dengan semua partai, dan bukan hanya pada PKB.

“Kebijakan itu nantinya sangat penting guna menghormati warga NU yang berada di lintas partai. Sebab warga NU ada yang di Partai Demokrat, bahkan wakil ketua umumnya juga berasal dari NU. Ada juga yang berada di Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra. Bukan hanya PKB, PPP dan PKNU,” ujar KH. Ahmad Bagja Ketua PB NU kepada wartawan, Minggu (7/3).

Ahmad Bagja yang dijagokan menggantikan KH. Hasyim Muzadi dari Ketua Umum PB NU ini melanjutkan NU memang pernah merekomendasikan berdirinya partai yaitu PKB, sehingga mempunyai hubungan dekat secara historis. Namun di tengah perjalanan PKB, tambah Ahmad Bagja jalan sendiri dan cenderung meninggalkan NU.

“Baru mendekat dan mengklaim anak kandung NU kalau ada kesulitan dan menjelang pemilu serta pilkada,” lanjut Ahmad Bagja.

Sementara itu terkait namanya masuk bursa kandidat Ketua Umum PB NU, Ahmad Bagja menanggapi belum memikirkan kearah itu. Dia justru lebih senang membicarakan visi NU ke depan dan pandangannya tentang Islam moderat.

“Belum memikirkan untuk itu, muktamar NU juga masih lama. Sekitar 6 bulan lagi baru membicarakan itu. Saya juga belum menemui para kiai dan pengurus NU di seluruh Indonesia,” lanjutnya menegaskan bahwa Hasyim Muzadi masih berpeluang untuk kembali memimpin NU. Sebab, katanya, dalam NU tidak mengenal istilah dua kali periode jabatan.

“Pak Hasyim juga masih diharapkan banyak warga NU. Beliau juga masih punya program untuk terus dilanjutkan seperti hubungan antar agama, pengkaderan dan meneruskan dialog dengan tokoh-tokoh muslim sedunia,” terangnya. *ss/hb/brt

Dibaca: 76 kali

Tagged as:

Comments are closed.