Prof. Fasich Daftar Bacarek, Persaingan Bakal Sengit
Surabaya (beritakota.net) – Persaingan memperebutkan jabatan Rektor Universitas Airlangga dipastikan bakal seru. Hal ini setelah calon incumbent, Prof. Dr. H. Fasich, Apt, mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Rektor (bacarek) Unair, Selasa (9/3). Mantan Rektor Unair periode 2006-2010 itu akan bersaing ketat dengan kandidat kuat lain seperti Prof. Dr. Mochamad Zaidun (FH) yang didukung Gubernur Jatim, serta calon-calon kuat dari Fakultas Kedokteran yang mendominasi pencalonan bacarek.
Prof Fasich muncul sebagai pendaftaran bacarek Unair yang ke-11, yang kemarin diterima oleh Wakil Sekretaris PSCr, Hartati. Namun hingga hari ke-9 ini belum ada seorang bacarek yang mengembalikan formulir pendaftaran, sedangkan pendaftaran akan ditutup 12 Maret 2010. Menurut informasi, para bacarek masih memenuhi persyaratannya, terutama pada surat keterangan sehat dari RSU Dr. Soetomo. Setelah formulir dikembalikan selanjutnya akan dilakukan uji verifkasi.
Ditanya mengapa baru mendaftar di hari ke-9? Dikatakan, ia masih menunggu kemantapan hati minta pertimbangan kepada keluarga, orang tua, teman dan sahabat.
”Saya maju karena ada kesadaran tentang tanggung jawab atas beberapa program yang selama ini saya jalankan sebagai Rektor,” demikian ujar Prof. Dr. Fasich, Apt., usai mengambil berkas pendaftaran bacarek Unair di Sekteraiat PSCR.
Menurutnya, yang diperlukan Unair kedepan adalah kontribusi dari putera-puteri terbaik Unair. Karena itu, semua boleh berpartisipasi, karena memang butuh calon yang berkualitas, tidak masalah itu calon tua atau muda. Sebab jika hanya salah satu, misalnya calon-calon muda saja, itu keputusan relatif dan bisa jadi diskriminatif. Untuk itu ia berharap proses ini berlangsung dinamis dengan gairah akademik tentang kepemimpinan dan demokrasi, tutur Guru Besar Farmasi ini.
Jika terpilih pada jabatannya yang kedua nanti, Prof. Fasich mengaku akan tetap menaruh perhatian terhadap perbaikan manajemen internal. Konsolidasi akan terus dilakukan, hingga mencakup konsolidasi akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga birokrasi. “Itu untuk mengangkat keunggulan Unair. Kita punya tanggungjawab terhadap eksistensi Unair dalam kancah regional maupun global,” katanya.
Dia mengaku siap bersaing dengan bacarek yang lain, baik itu dari kalangan adik angkatannya maupun dengan kakak angkatannya. Ia menilai siapapun yang mendaftar bacarek maka itu merupakan putra-putri terbaik Unair yang terpanggil ingin terus memajukan almamaternya.
”Tidak masalah siapapun calon itu, karena semua calon yang muncul itu pasti orang-orang terbaik, dan memang ia harus muncul,” lanjutnya.
Jika dirinya dipercaya kembali untuk memimpin Unair, Prof. Fasich kedepan akan mempertajam kualitas pendidikan menuju standar world class university (WCU), sebab untuk mengarah kesana sangat dibutuhkan kondisi internal yang baik. Jadi pihaknya akan melanjutkan kemajuan yang sudah dirintis, apalagi ia merupakan Rektor pada masa transisi dari status PTN ke status BHMN, dimana pada masa kepemimpinan empat tahun ini banyak dihabiskan membenahi keorganisasian. Unair akan menjadi WCU dengan penekanan pada penguatan semangat kebangsaan. Ia yakin tujuan internasional itu akan dicapai dengan tidak mengabaikan kepentingan nasional.
Bebebarap pihak menilai bahwa Unair dibawah kepemimpinan Prof. Fasich mengalami banyak kemajuan. Satu hal yang pasti adalah perubahan status dari PTN menjadi perguruan tinggi otonom yakni Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yang kemudian dengan gerakan pembenahannya mampu menghadirkan progress yang baik, seperti pengelolaan manajemen keuangan yang setiap tahun meraih status WTP (wajar tanpa pengecualian) dari KAP (Kantor Akuntan Publik), pembangunan Bio Safety Level 3 (BSL-3) lembaga penelitian pertama yang mampu memproduksi vaksin H5N1 (flu burung) dan H1N1 (flu babi). Kemudian yang masih dalam penyelesaian akhir adalah pembangunan dua buah rumah sakit, yaitu RS Pendidikan dan RS Tropis Infeksi, semuanya di kampus C Mulyorejo.
”Apa yang saya kerjakan itu belum tuntas, sebab saat itu kami berangkat dari organisasi yang belum tertata dengan baik untuk menuju BHMN sebagai sesuatu yang baru, sehingga selama itu pula kami membenahi organisasinya. Karena itu nanti kita tuntaskan lagi dengan fasilitas yang sudah lebih baik,” terangnya. *brt/yan
Dibaca: 104 kali


